Tapaktuan (ANTARA Aceh) - Zaini Arianto (55), warga Desa Sigleng, Kecamatan Trumon, Aceh Selatan, dibunuh secara tragis oleh Orang Tak di Kenal (OTK) dengan cara dibacok dibagian leher, muka, tangan dan perut hingga tewas ditempat. Bahkan akibat bacokan tersebut, leher korban terlihat nyaris putus.
Kejadian tragis itu terjadi di kawasan Gunung Lhok Jamin (Tikungan Leter S) tepatnya diperbatasan antara Desa Sawah Tingkeum dengan Desa Seubadeh, Kecamatan Bakongan Timur, Rabu (27/1) sekira pukul 09.30 WIB.
Keterangan yang dihimpun dilokasi menyebutkan, korban yang bekerja sebagai kontraktor itu, diketahui keluar dari rumahnya di Desa Sigleng, Kecamatan Trumon sekira pukul 08.30 WIB dan pamit pada istrinya Aslimar (45), hendak berangkat ke Tapaktuan dengan mengendarai sepeda motor Yamaha Vixion BL 2556 TT untuk menyelesaikan pencairan uang proyek disebuah dinas dalam lingkup Pemkab Aceh Selatan.
Pelaku yang belum diketahui indentitasnya, dengan mengendarai sepeda motor diduga telah membuntuti korban sejak dari Trumon. Sampai akhirnya, saat tiba di kawasan Gunung Lhok Jamin tepatnya di tikungan Letter S, korban di jegat oleh pelaku dan langsung dilakukan aksi pembacokan secara sporadis ke beberapa bagian tubuh korban.
Suasana dikawasan pegunungan itu yang sepi jauh dari pemukiman penduduk, mengakibatkan tidak ada saksi mata yang melihat langsung saat pelaku menghabisi nyawa korban. Namun keterangan yang dihimpun dari seorang warga setempat, saat kejadian itu salah seorang warga setempat sempat mendengar suara orang berteriak minta tolong, namun karena suara tersebut terdengar samar-samar dari kejauhan, sehingga warga setempat tidak menggubrisnya.
Menurut keterangan seorang anggota Polsek Bakongan Timur, sesaat pasca kejadian pembunuhan itu, dia dihubungi oleh seorang warga Desa Ladang Rimba, Kecamatan Trumon Tengah bernama Radja, yang kebetulan baru lewat dilokasi kejadian dari arah Trumon menuju arah Bakongan, memberitahukan bahwa telah terjadi pembunuhan sangat tragis di kawasan Gunung Lhok Jamin.
''Warga ini juga melaporkan bahwa ada seseorang mengendarai sepeda motor Honda Vario warna putih yang terlihat tergopoh-gopoh memacu sepeda motornya. Namun karena memakai Helm sehingga wajahnya tertutup dan sulit dikenali,'' ungkap seorang anggota Polsek Bakongan Timur kepada wartawan dilokasi.
Jasad korban yang bersimbah darah dalam kondisi telungkup diatas badan jalan lintasan jalan Nasional Tapaktuan – Medan tersebut, pertama kali dilihat oleh seorang warga yang melintas dilokasi Tempat Kejadian Perkara (TKP). Menerima informasi itu, ratusan masyarakat yang datang kelokasi, langsung mengevakuasi jasad korban ke Puskesmas Bakongan Timur.
Kejadian pembunuhan yang sangat sadis ini, menimbulkan kesedihan mendalam bagi keluarga korban. Istri korban, Aslimar (45) bersama empat orang anaknya, tampak menangis histeris hingga roboh tak sadarkan diri, ketika melihat jasad korban yang sudah terbujur kaku bersimbah darah.
''Abang baru saja keluar rumah pamit ingin ke Tapaktuan menyelesaikan uang proyeknya. Berselang beberapa menit kemudian secara tiba-tiba saya mendapat kabar bahwa ayah dari anak-anak ditemukan bersimbah darah dengan bekas bacokan disekujur tubuhnya dan diperkirakan tewas ditempat,'' ucap Aslimar, terbata-bata dan mata merah.
Menurut sepengetahuannya, sambung Aslimar, suaminya tidak pernah memberitahukan ada persoalan dengan pihak tertentu sehingga dipastikan suaminya itu tidak ada musuh. Oleh sebab itu, pihaknya tidak mengetahui atas motif apa korban dihabisi secara tragis oleh OTK.
Pihaknya meminta kepada aparat kepolisian agar segera mengungkap dan mengusut sampai tuntas kasus pembunuhan tersebut. Siapapun pelaku yang terlibat diminta segera ditangkap untuk mempertanggungjawabkan perbuatan yang telah dilakukan. Korban meninggalkan seorang istri dan empat orang anak masing-masing bernama Nova Yurnida, Siska, Rauda Ariza dan Raihan Maulida.
Kapolres Aceh Selatan, AKBP Achmadi SIK yang dikonfirmasi melalui Kasat Reskrim Iptu Darmawanto SSos, mengatakan, sesaat setelah menerima informasi pembunuhan tersebut pihaknya langsung melakukan pengejaran terhadap pelaku.
Berkat kesigapan petugas dilapangan, aparat Polres Aceh Selatan tak perlu membutuhkan waktu lama untuk mengungkap identitas pelaku. Sebab berselang sekitar empat jam pasca kejadian, polisi sudah mengantongi identitas pelaku, termasuk sudah melakukan penggerebekan rumah terduga pelaku, namun sayang petugas tidak berhasil menangkap pelaku karena sudah terlebih dulu kabur.
Dalam penggerebekan rumah yang diduga pelaku pembunuhan tersebut yang berlokasi di Desa Sigleng, Kecamatan Trumon, yang berada berdekatan dengan rumah korban, polisi berhasil menyita sepeda motor Honda Vario warna putih BL 6279 TM yang disembunyikan di belakang rumah. Honda tersebut ditemukan dalam kondisi berlumuran darah.
Selain Honda, di rumah yang diduga pelaku pembunuhan tersebut, juga ditemukan Tas samping milik korban. Dalam Tas itu disebut-sebut ada uang milik korban dengan besaran tertentu, namun saat diperiksa oleh polisi tas tersebut sudah kosong dan uang korban diduga kuat telah di rampas pelaku.
Sedangkan parang yang diduga digunakan untuk menghabisi nyawa korban, tidak berhasil ditemukan oleh polisi. Parang tersebut diduga kuat telah dibawa serta oleh pelaku saat dia melarikan diri. Menurut informasi, upaya pengejaran terhadap pelaku juga telah dilakukan oleh puluhan anggota polisi dari Reskrim Polres yang dibantu anggota Polsek Bakongan Timur dengan cara menyisir wilayah pegunungan yang berlokasi dibelakang rumah pelaku.
''Identitas orang yang diduga pelaku telah kami kantongi, untuk sementara ini pelaku masih diduga satu orang. Upaya pengejaran terhadap pelaku terus dilakukan oleh petugas. Dugaan sementara, pembunuhan tersebut bermotif dendam pribadi yang sudah lama. Persoalan antara pelaku dengan korban sudah pernah diupayakan perdamaian dalam desa setempat namun tidak ada titik temu sehingga terus berlarut-larut,'' ujar Darmawanto.
Kejadian tragis itu terjadi di kawasan Gunung Lhok Jamin (Tikungan Leter S) tepatnya diperbatasan antara Desa Sawah Tingkeum dengan Desa Seubadeh, Kecamatan Bakongan Timur, Rabu (27/1) sekira pukul 09.30 WIB.
Keterangan yang dihimpun dilokasi menyebutkan, korban yang bekerja sebagai kontraktor itu, diketahui keluar dari rumahnya di Desa Sigleng, Kecamatan Trumon sekira pukul 08.30 WIB dan pamit pada istrinya Aslimar (45), hendak berangkat ke Tapaktuan dengan mengendarai sepeda motor Yamaha Vixion BL 2556 TT untuk menyelesaikan pencairan uang proyek disebuah dinas dalam lingkup Pemkab Aceh Selatan.
Pelaku yang belum diketahui indentitasnya, dengan mengendarai sepeda motor diduga telah membuntuti korban sejak dari Trumon. Sampai akhirnya, saat tiba di kawasan Gunung Lhok Jamin tepatnya di tikungan Letter S, korban di jegat oleh pelaku dan langsung dilakukan aksi pembacokan secara sporadis ke beberapa bagian tubuh korban.
Suasana dikawasan pegunungan itu yang sepi jauh dari pemukiman penduduk, mengakibatkan tidak ada saksi mata yang melihat langsung saat pelaku menghabisi nyawa korban. Namun keterangan yang dihimpun dari seorang warga setempat, saat kejadian itu salah seorang warga setempat sempat mendengar suara orang berteriak minta tolong, namun karena suara tersebut terdengar samar-samar dari kejauhan, sehingga warga setempat tidak menggubrisnya.
Menurut keterangan seorang anggota Polsek Bakongan Timur, sesaat pasca kejadian pembunuhan itu, dia dihubungi oleh seorang warga Desa Ladang Rimba, Kecamatan Trumon Tengah bernama Radja, yang kebetulan baru lewat dilokasi kejadian dari arah Trumon menuju arah Bakongan, memberitahukan bahwa telah terjadi pembunuhan sangat tragis di kawasan Gunung Lhok Jamin.
''Warga ini juga melaporkan bahwa ada seseorang mengendarai sepeda motor Honda Vario warna putih yang terlihat tergopoh-gopoh memacu sepeda motornya. Namun karena memakai Helm sehingga wajahnya tertutup dan sulit dikenali,'' ungkap seorang anggota Polsek Bakongan Timur kepada wartawan dilokasi.
Jasad korban yang bersimbah darah dalam kondisi telungkup diatas badan jalan lintasan jalan Nasional Tapaktuan – Medan tersebut, pertama kali dilihat oleh seorang warga yang melintas dilokasi Tempat Kejadian Perkara (TKP). Menerima informasi itu, ratusan masyarakat yang datang kelokasi, langsung mengevakuasi jasad korban ke Puskesmas Bakongan Timur.
Kejadian pembunuhan yang sangat sadis ini, menimbulkan kesedihan mendalam bagi keluarga korban. Istri korban, Aslimar (45) bersama empat orang anaknya, tampak menangis histeris hingga roboh tak sadarkan diri, ketika melihat jasad korban yang sudah terbujur kaku bersimbah darah.
''Abang baru saja keluar rumah pamit ingin ke Tapaktuan menyelesaikan uang proyeknya. Berselang beberapa menit kemudian secara tiba-tiba saya mendapat kabar bahwa ayah dari anak-anak ditemukan bersimbah darah dengan bekas bacokan disekujur tubuhnya dan diperkirakan tewas ditempat,'' ucap Aslimar, terbata-bata dan mata merah.
Menurut sepengetahuannya, sambung Aslimar, suaminya tidak pernah memberitahukan ada persoalan dengan pihak tertentu sehingga dipastikan suaminya itu tidak ada musuh. Oleh sebab itu, pihaknya tidak mengetahui atas motif apa korban dihabisi secara tragis oleh OTK.
Pihaknya meminta kepada aparat kepolisian agar segera mengungkap dan mengusut sampai tuntas kasus pembunuhan tersebut. Siapapun pelaku yang terlibat diminta segera ditangkap untuk mempertanggungjawabkan perbuatan yang telah dilakukan. Korban meninggalkan seorang istri dan empat orang anak masing-masing bernama Nova Yurnida, Siska, Rauda Ariza dan Raihan Maulida.
Kapolres Aceh Selatan, AKBP Achmadi SIK yang dikonfirmasi melalui Kasat Reskrim Iptu Darmawanto SSos, mengatakan, sesaat setelah menerima informasi pembunuhan tersebut pihaknya langsung melakukan pengejaran terhadap pelaku.
Berkat kesigapan petugas dilapangan, aparat Polres Aceh Selatan tak perlu membutuhkan waktu lama untuk mengungkap identitas pelaku. Sebab berselang sekitar empat jam pasca kejadian, polisi sudah mengantongi identitas pelaku, termasuk sudah melakukan penggerebekan rumah terduga pelaku, namun sayang petugas tidak berhasil menangkap pelaku karena sudah terlebih dulu kabur.
Dalam penggerebekan rumah yang diduga pelaku pembunuhan tersebut yang berlokasi di Desa Sigleng, Kecamatan Trumon, yang berada berdekatan dengan rumah korban, polisi berhasil menyita sepeda motor Honda Vario warna putih BL 6279 TM yang disembunyikan di belakang rumah. Honda tersebut ditemukan dalam kondisi berlumuran darah.
Selain Honda, di rumah yang diduga pelaku pembunuhan tersebut, juga ditemukan Tas samping milik korban. Dalam Tas itu disebut-sebut ada uang milik korban dengan besaran tertentu, namun saat diperiksa oleh polisi tas tersebut sudah kosong dan uang korban diduga kuat telah di rampas pelaku.
Sedangkan parang yang diduga digunakan untuk menghabisi nyawa korban, tidak berhasil ditemukan oleh polisi. Parang tersebut diduga kuat telah dibawa serta oleh pelaku saat dia melarikan diri. Menurut informasi, upaya pengejaran terhadap pelaku juga telah dilakukan oleh puluhan anggota polisi dari Reskrim Polres yang dibantu anggota Polsek Bakongan Timur dengan cara menyisir wilayah pegunungan yang berlokasi dibelakang rumah pelaku.
''Identitas orang yang diduga pelaku telah kami kantongi, untuk sementara ini pelaku masih diduga satu orang. Upaya pengejaran terhadap pelaku terus dilakukan oleh petugas. Dugaan sementara, pembunuhan tersebut bermotif dendam pribadi yang sudah lama. Persoalan antara pelaku dengan korban sudah pernah diupayakan perdamaian dalam desa setempat namun tidak ada titik temu sehingga terus berlarut-larut,'' ujar Darmawanto.
Pewarta: Pewarta : HendrikUploader : Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.