Subulussalam (ANTARA Aceh) - Pemerintah Kota Subulussalam pada tahun 2016 fokus pada pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan serta peningkatan ekonomi rakyat.
Program ini untuk meningkatkan pendapatan petani dari usaha kebun kelapa sawit, karet dan hasil tani lainya.
"Prasarana jalan dan jembatan serta ekonomi menjadi fokus pembangunan tahun ini. Tujuannya supaya tidak ada kendala bagi masyarakat membawa hasil kebun," kata Wakil Wali Kota, Drs Salmaza di Subulussalam, Jumat.
Ia mengatakan selama ini sebagian petani mengalami kesulitan membawa hasil perkebunan mereka seperti sawit dan karet karena harus melalui akses jalan berlumpur, akibat akses jalan belum dilakukan pengerasan ataupun diaspal.
Karena itu, program infrastruktur jalan tahun ini tidak hanya wilayah perkotaan dan kecamatan saja, tapi juga jalan desa dan jalan produksi menuju kebun masyarakat.
"Termasuk pembangunan jembatan ini juga sangat penting agar transportasi menjadi lancar," kata Salmaza menambahkan.
Salmaza mengatakan pembangunan jembatan di Desa Dah, Kecamatan Runding akan dilanjutkan kembali pada tahun 2016 ini. Pembangunan jembatan yang menghubungkan Kecamatan Runding menuju Sultan Daulat itu sudah dimulai sejak 2014 lalu.
Saat ini untuk menyerang kedua kecamatan itu, masyarakat di sana masih menggunakan jasa rakit yang memakai mesin robin.
Sementara pembangunan dibidang peningkatan ekonomi kerakyatan, pemerintah pada tahun 2016 kembali menyalurkan bantuan usaha kepada masyarakat seperti bibit sawit, karet dan pupuk.
"Bidang ekonomi dengan memberikan bantuan, termasuk pembangun sarana jalan desa, jalan usaha tani karena itu sebagai faktor penunjang mempermudah masyarakat membawa hasil kebunnya ke pasar," ungkap Salmaza.
Program ini untuk meningkatkan pendapatan petani dari usaha kebun kelapa sawit, karet dan hasil tani lainya.
"Prasarana jalan dan jembatan serta ekonomi menjadi fokus pembangunan tahun ini. Tujuannya supaya tidak ada kendala bagi masyarakat membawa hasil kebun," kata Wakil Wali Kota, Drs Salmaza di Subulussalam, Jumat.
Ia mengatakan selama ini sebagian petani mengalami kesulitan membawa hasil perkebunan mereka seperti sawit dan karet karena harus melalui akses jalan berlumpur, akibat akses jalan belum dilakukan pengerasan ataupun diaspal.
Karena itu, program infrastruktur jalan tahun ini tidak hanya wilayah perkotaan dan kecamatan saja, tapi juga jalan desa dan jalan produksi menuju kebun masyarakat.
"Termasuk pembangunan jembatan ini juga sangat penting agar transportasi menjadi lancar," kata Salmaza menambahkan.
Salmaza mengatakan pembangunan jembatan di Desa Dah, Kecamatan Runding akan dilanjutkan kembali pada tahun 2016 ini. Pembangunan jembatan yang menghubungkan Kecamatan Runding menuju Sultan Daulat itu sudah dimulai sejak 2014 lalu.
Saat ini untuk menyerang kedua kecamatan itu, masyarakat di sana masih menggunakan jasa rakit yang memakai mesin robin.
Sementara pembangunan dibidang peningkatan ekonomi kerakyatan, pemerintah pada tahun 2016 kembali menyalurkan bantuan usaha kepada masyarakat seperti bibit sawit, karet dan pupuk.
"Bidang ekonomi dengan memberikan bantuan, termasuk pembangun sarana jalan desa, jalan usaha tani karena itu sebagai faktor penunjang mempermudah masyarakat membawa hasil kebunnya ke pasar," ungkap Salmaza.
Pewarta: Pewarta : Sudirman: Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA 2026