Banda Aceh (ANTARA) - TNI AD merampungkan pembangunan jembatan perintis garuda dengan panjang 140 meter yang menghubungkan Desa Sekerak Kiri dan Bandar Mahligai Kecamatan Sekerak Kabupaten Aceh Tamiang.
"Pembangunan jembatan ini sebagai tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto dalam menjamin keselamatan rakyat," kata Dandim 0117 Aceh Tamiang, Letkol Arm Raden Subhi Fitra Jaya dalam keterangannya, di Banda Aceh, Minggu.
Pembangunan infrastruktur ini merupakan hasil kolaborasi pemerintah daerah dan TNI AD, jembatan ini menjadi jawaban atas penantian panjang masyarakat setempat akan akses transportasi.
Sebelum jembatan dibangun, warga dan pelajar di sana terpaksa menggunakan perahu kayu untuk menyeberang. Tak jarang, mereka harus memutar jalan hingga puluhan kilometer jika arus sungai sedang deras.
Baca juga: Kemenkes serahkan 11 unit ambulans untuk pemulihan bencana Aceh Tamiang
Letkol Arm Raden mengatakan, pembangunan yang dilaksanakan oleh prajurit TNI gabungan ini berlangsung selama tiga bulan. Jembatan gantung perintis garuda itu menjadi kedua terpanjang di seluruh indonesia
"Jembatan ini melintasi sungai Aceh Tamiang. Selain itu, juga ada sejumlah jembatan lainnya yang telah rampung selama pemulihan, sehingga mengembalikan aktivitas warga kembali normal," ujar Letkol Arm Raden.
Sementara itu, Bupati Aceh Tamiang, Armia Fahmi mengapresiasi sinergi TNI dalam membuka isolasi wilayah, pihaknya berkomitmen terus menyasar daerah terpencil lainnya agar konektivitas antar-desa semakin inklusif.
"Kini, riak sungai tak lagi menjadi penghalang. Jembatan perintis garuda menjadi simbol harapan baru bagi masa depan pendidikan dan denyut ekonomi warga Bandar Mahligai," demikian Armia Fahmi.
Baca juga: Pemkab kucurkan Rp192 miliar untuk revitalisasi 254 sekolah di Aceh Tamiang
Pewarta: Rahmat FajriEditor : Febrianto Budi Anggoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026