Banda Aceh (ANTARA Aceh) - Pemerintah perlu meningkatkan standar tenaga kerja, produk dan sumber daya manusia serta industri dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), kata akademisi dari Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), Banda Aceh.

"Standar dalam berbagai bidang sangat diperlukan dalam menghadapi MEA, sebab jika tidak ada standar maka akan sulit untuk bersaing dan kemungkinan akan kalah dengan negara lainnya," kata Pembantu Rektor IV Unsyiah, Nazamuddin di Banda Aceh, Senin.

Menurut dia, penerapan standar yang ada saat ini belum optimal sehingga perlu dilakukan peningkatan yang lebih baik sehingga Indonesia siap dan mampu menghadapi MEA.

Ia menjelaskan peningaktan standar tenaga kerja misalnya dapat dilakuakn dengan meningkatkan pelatihan keterampilan sehingga seluruh tenaga kerja di seluruh Tanah Air memiliki kemampuan mumpuni diberbagai bidang yang dibutuhkan.

"Kemampuan yang dimiliki setiap tenga kerja harus sesuai dengan standar yang dibutuhkan dan juga dengan penguasaan bahasa asing bagi pekerja asal Indonesia," katanya.

Selain ia juga menambahkan perlu adanya lebel hahal pada setiap produk yang ada di pasaran khususnya di provinsi ujung paling barat Indonesia yakni Aceh.

"Saya menilai masih ada produk-produk yang beredar belum ada lebel halal, padahal dalam menghadapi persaiangan bebas juga sangat penting lebel halal tersebut," katanya.

Ia meyakini dengan adanya peningkatan standar yang dilakukan Pemerintah Pusat dan daerah akan mampu menjadikan Indonesia unggul dan mampu besaing dalam menghadapi MEA.



Pewarta: Pewarta : Muhammad Ifdhal
: Salahuddin Wahid

COPYRIGHT © ANTARA 2026