Tapaktuan (ANTARA Aceh) - Empat Badan Usaha Milik Gampong/Desa (BUMG) di empat kecamatan  menerima bantuan traktor tangan dari Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal (KPDT) dan Transmigrasi dalam upaya meningkatkan produksi tanaman padi.

Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) Aceh Selatan Emmifizal di Tapaktuan, Selasa mengatakan, bantuan tersebut merupakan program KPDT dan Transmigrasi tahun 2015 namun baru direalisasikan pada Februari 2016.

Menurutnya, program penyaluran bantuan traktor tersebut terus berlanjut ke depannya, namun untuk tahap pertama ini Kabupaten Aceh Selatan hanya mendapat jatah 4 unit.

"Jika ke depannya kembali terealisasi bantuan serupa, maka penerimanya akan digulirkan terhadap BUMG yang ada di kecamatan lain," tambahnya.

Selain bantuan traktor, kata Emmifizal, KPDT dan Transmigrasi juga membantu uang operasional terhadap empat BUMG tersebut masing-masing Rp1 juta.

"Uang tersebut untuk biaya operasional seperti untuk bahan bakar dan biaya lainnya untuk menunjang kegiatan di lapangan," ujarnya.

Dia menjelaskan, BUMG merupakan tempat perkumpulan yang menaungi para petani dari dua hingga empat desa dalam sebuah kecamatan.

Ia mengharapkan, dengan adanya bantuan tranktor tersebut dapat mendukung kesuksesan program tanam padi serentak yang telah dicanangkan oleh Bupati Aceh Selatan.

Dengan adanya bantuan traktor tersebut, ia juga mengharapkan kepada para petani yang bernaung dibawah BUMG agar dapat mandiri, sehingga dapat melanjutkan usahanya tanpa harus bergantung dengan bantuan pemerintah termasuk mengembangkan usaha-usaha lainnya.

Bupati Aceh Selatan H T Sama Indra mengharapkan dengan telah terbentuknya BUMG di masing-masing kecamatan dapat mengembangkan usaha yang digeluti selama ini baik sektor pertanian, perkebunan, kelautan dan perikanan, maupun perdagangan.

"Khusus terhadap BUMG yang telah menerima bantuan traktor, saya mengharapkan agar bantuan tersebut benar-benar dikelola secara tepat sasaran untuk menunjang pengembangan usaha bidang pertanian para petani yang bernaung dibawahnya," pinta Bupati.

Dalam kesempatan itu, Bupati Aceh Selatan menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada masyarakat Labuhanhaji Raya karena selama 3 tahun  kepemimpinannya menjadi Bupati, para petani setempat telah sukses merealisasikan tanam serentak selama empat sampai lima kali dalam setahun.

"Saya menyampaikan terimakasih kepada masyarakat Labuhanhaji Raya karena selama tiga tahun masa kepemimpinan kami, sudah 7 kali panen," katanya.

Selanjutnya, dua tahun terakhir ini lima kali panen untuk Labuhanhaji Barat, dan Labuhanhaji Tengah baru empat kali serta Labuhanhaji Timur sudah  lima kali," tambah dia.

"Maka saya ambil kebijakan dalam mutasi pejabat baru-baru ini Camat Labuhanhaji Timur saya pindahkan ke Labuhanhaji Tengah, agar dapat menggenjot tanam serentak di Labuhanhaji Tengah menjadi lima kali panen," papar Bupati.

Untuk mewujudkan program swasembada pangan di Aceh Selatan, lanjut Bupati, pada tahun 2016, Pemkab Aceh Selatan telah memprogramkan pengadaan 1 ton bibit padi jenis mantik wangi untuk ditanamkan di lahan pertanian Kecamatan Meukek, Labuhanhaji Timur, Labuhanhaji Tengah dan Labuhanhaji Barat.

"Nantinya, di setiap kecamatan tersebut akan dibagikan 250 kilogram bibit padi. Saya meminta kepada masing-masing camat agar selektif memilih  para petani penerima bantuan, jangan sampai penerima bantuan justru menjual bantuan yang diterima," tegasnya.

Bupati memberi perbandingan para petani di Pulau Jawa yang menggunakan bibit tersebut mampu menghasilkan produksi gabah mendapai 10 ton/hektare.

Angka itu, menurutnya, masih sangat jauh berbeda dengan hasil produksi para petani di Kabupaten Aceh Selatan.

"Pemkab Aceh Selatan menginginkan supaya ada perubahan cara kerja para petani di daerah ini, sehingga hasil yang diperoleh juga memuaskan dan mampu meningkatkan perekonomian petani," ujarnya.



Pewarta: Pewarta : Hendrik
Uploader : Salahuddin Wahid

COPYRIGHT © ANTARA 2026