Banda Aceh (ANTARA Aceh) - Sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh memantau pelaksanaan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio 2016 di ibu kota Provinsi Aceh tersebut,
Informasi yang diterima ANTARA di Banda Aceh, Rabu, anggota DPRK Banda Aceh yang memantau pelaksanaan PIN Polio tersebut yakni Zulfikar Abdullah, Farid Nyak Umar, dan Irwansyah.
Ketiga anggota DPRK yang memantau tersebut berasal dari Partai Keadilan Sejahtera. Mereka memantau langsung PIN Polio di masing-masing daerah pemilihan.
Zulfikar Abdullah memantau di pos PIN Polio di Gampong Neusu Aceh, Kecamatan Baiturrahman, Farid Nyak Umar di Gampong Beurawe, Kecamatan Kuta Alam, serta Irwansyah di Gampong Lamlagang dan Gampong Geuceu Kompleks, Kecamatan Bandaraya.
"Dari yang kami lihat langsung, warga antusias mengikuti PIN Polio. Dan ini membuktikan bahwa masyarakat menyadari pentingnya memberi imunisasi polio kepada anak-anak mereka," kata Irwansyah.
Irwansyah mengatakan, saat memantau pelaksanaan PIN Polio di daerah pemilihannya didamping Camat Bandaraya, Kapolsek Bandaraya, dan kepala puskesmas setempat.
Selain itu, Irwansyah juga mengapresiasi kesiapan kades kesehatan, termasuk kades pos pelayanan terpadu di setiap gampong atau desa melayani pemberian imunisasi polio.
"Mereka patut mendapat apresiasi karena tanpa mereka pekan imunisasi polio ini tidak berjalan sukses. Kami berharap, PIN Polio yang berlangsung 8 hingga 15 Maret bisa menyasar semua balita di Banda Aceh," kata Irwansyah.
Di tempat terpisah, Wali Kota Banda Aceh Illiza Saaduddin Djamal mengajak semua elemen masyarakat mendukung dan menyosialisasikan PIN Polio 2016, sehingga pelaksanaannya bisa sesuai yang diharapkan.
"Kepada orang tua, berikan imunisasi kepada anak. Imunisasi merupakan hak anak untuk bisa hidup normal dan sehat. Dan imunisasi polio ini untuk menjamin anak bebas polio," kata Illiza Saaduddin Djamal.
Untuk Kota Banda Aceh, anak berusia nol Hing 59 bulan yang menjadi sasar PIN Polio 2016 mencari 27.098. Guna mencapai sasaran tersebut, Pemerintah Kota Banda Aceh membentuk 162 pos PIN di sejumlah posyandu, puskesmas, kantor desa, maupun di pusat perbelanjaan.
Informasi yang diterima ANTARA di Banda Aceh, Rabu, anggota DPRK Banda Aceh yang memantau pelaksanaan PIN Polio tersebut yakni Zulfikar Abdullah, Farid Nyak Umar, dan Irwansyah.
Ketiga anggota DPRK yang memantau tersebut berasal dari Partai Keadilan Sejahtera. Mereka memantau langsung PIN Polio di masing-masing daerah pemilihan.
Zulfikar Abdullah memantau di pos PIN Polio di Gampong Neusu Aceh, Kecamatan Baiturrahman, Farid Nyak Umar di Gampong Beurawe, Kecamatan Kuta Alam, serta Irwansyah di Gampong Lamlagang dan Gampong Geuceu Kompleks, Kecamatan Bandaraya.
"Dari yang kami lihat langsung, warga antusias mengikuti PIN Polio. Dan ini membuktikan bahwa masyarakat menyadari pentingnya memberi imunisasi polio kepada anak-anak mereka," kata Irwansyah.
Irwansyah mengatakan, saat memantau pelaksanaan PIN Polio di daerah pemilihannya didamping Camat Bandaraya, Kapolsek Bandaraya, dan kepala puskesmas setempat.
Selain itu, Irwansyah juga mengapresiasi kesiapan kades kesehatan, termasuk kades pos pelayanan terpadu di setiap gampong atau desa melayani pemberian imunisasi polio.
"Mereka patut mendapat apresiasi karena tanpa mereka pekan imunisasi polio ini tidak berjalan sukses. Kami berharap, PIN Polio yang berlangsung 8 hingga 15 Maret bisa menyasar semua balita di Banda Aceh," kata Irwansyah.
Di tempat terpisah, Wali Kota Banda Aceh Illiza Saaduddin Djamal mengajak semua elemen masyarakat mendukung dan menyosialisasikan PIN Polio 2016, sehingga pelaksanaannya bisa sesuai yang diharapkan.
"Kepada orang tua, berikan imunisasi kepada anak. Imunisasi merupakan hak anak untuk bisa hidup normal dan sehat. Dan imunisasi polio ini untuk menjamin anak bebas polio," kata Illiza Saaduddin Djamal.
Untuk Kota Banda Aceh, anak berusia nol Hing 59 bulan yang menjadi sasar PIN Polio 2016 mencari 27.098. Guna mencapai sasaran tersebut, Pemerintah Kota Banda Aceh membentuk 162 pos PIN di sejumlah posyandu, puskesmas, kantor desa, maupun di pusat perbelanjaan.
Pewarta: Pewarta : M Haris SAUploader : Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.