Blangpidie (ANTARA Aceh) - Pakar ekonomi Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh Prof Dr Nasir Azis menyatakan, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) paling strategis untuk perdagangan di kawasan pantai barat selatan Aceh.

"Abdya daerah yang paling strategis untuk perdagangan di wilayah barat selatan Aceh. Tidak ada yang bisa membantah itu. Saya bolak balik teorinya, saya baca memang sangat strategis," katanya di sela-sela acara peletakan batu pertama pembangunan pasar modern di Blangpidie, Senin.

Menurut Guru Besar Fakultas Ekonomi Unsyiah itu, Kabupaten Abdya itu sebagai lokomotif untuk daerah-daerah lain di wilayah pantai barat selatan Aceh dalam memajukan ekonomi perdagangan antar daerah.

"Kalau saya sebutkan dari sisi perdagangan antar daerah, Kabupaten Abdya ini sebagai lokomotif untuk daerah-daerah lain di wilayah barat selatan Aceh. Pernyataan ini saya sampaikan secara akademik," katanya.

Menurut dia, lokomotif yang dimaksudkan tersebut secara filosofinya adalah Abdya diibaratkan seperti gerbong kereta api dimana ketika sudah mulai maju ke depan tentu kabupaten-kabupaten yang berada di sekelilingnya akan ikut maju karena terjadinya perkembangan kawasan.

"Jadi, kalau menurut saya program yang telah dicetuskan Bupati Jupri Hassannuddin membangun pasar modern ini merupakan program yang sangat strategis untuk perkembangan kawasan 20 -30 tahun yang akan datang," katanya.

Menurutnya, program yang dicetuskan Bupati Abdya ini hampir serupa dengan program yang diterapkan oleh sebuah kabupaten di Provinsi Riau, yang mana saat ini mereka di sana sudah berfungsi dalam satu hari uang beredar  mencapai Rp17 miliar.

"Mereka di sana sekarang sudah berfungsi, terjadinya pertumbuhan ekonomi yang luar biasa dan terjadinya peningkatan pendapatan, semuanya berfungsi karena terjadinya peningkatan perdagangan antar daerah dan provinsi," katanya.

Lebih lanjut dijelaskan, sungguh tidak bermakna jika sebuah daerah memiliki potensi alam yang bagus dan memiliki produk-produk unggulan yang banyak jika tidak memiliki pasar modern yang layak dan representatif.

"Abdya ini satu-satunya kabupaten di Aceh yang mengimplementasikan dana Otsus untuk membangun pasar modern dengan jumlah anggaran Rp60 miliar," katanya.

Ia mengaku salut terhadap program pemberdayaan ekonomi yang diterapkan Pemkab Abdya membangun pasar modern menggunakan dana otsus, karena anggaran yang dibantu oleh pemerintah pusat itu akan berakhir pada tahun 2028.



Pewarta: Pewarta : Suprian
Uploader : Salahuddin Wahid

COPYRIGHT © ANTARA 2026