Banda Aceh (ANTARA Aceh) - Perusahaan Listrik Negara (PLN) siap menyediakan daya listrik untuk operasional pabrik semen baru yang akan dibangun oleh PT Semen Indonesia di Kabupaten Pidie, Aceh.

General Manager PLN Wilayah Aceh Bob Saril kepada wartawan di Banda Aceh, Kamis menyatakan, PLN Aceh mampu dan siap menyediakan daya listrik, karena kecukupan daya masih memadai untuk kebutuhan pabrik semen.

"Kecukupan daya kita akan ditambah lagi beberapa pembangkitan, misalnya PLTA Peusangan 84 MW COD pada awal tahun 2018, dan pasokan kita terhubung dengan sistem Sumatera Bagian Utara (Sumbagut)," katanya.

Selain itu, Aceh punya pembangkit Arun extension berkapasitas 250 Megawatt (MW) yang akan commercial operation date (COD) atau tanggal beroperasi secara komersial pada akhir 2017.

"Pabrik semen itu mulai berproduksi tahun 2020 yang kebutuhan daya hingga 60 MW. Secara jaringan kita juga siap, karena lokasi pabrik semen itu nantinya tidak berjauhan dengan Transmisi 150 KV kita. Ya, kira-kira 3 kilometer," sebut Bob Saril.

Menurutnya, PLN Wilayah Aceh membutuhkan waktu dua tahun untuk membangun gardu induk (GI) dan transmisi 150 KV setelah proses administrasi lengkap.

Dikatakan, tambahan untuk pembangunan pembangkitan 35 GW, Aceh akan memiliki independent power producer (pembangkit swasta) PLTU Batubara 2 x 200 MW di Nagan raya (Nagan 3 dan 4) yang akan COD tahun 2020.

"Yang jelas, energi listrik di Aceh akan melimpah. Nah, apakah bisa digunakan di Aceh atau Aceh hanya sebagai tempat produksi saja?," kata Bob Saril balik bertanya.

PT Semen Indonesia berencana akan membangun pabrik semen dengan kapasitas tiga juta ton per tahun di Kecamatan Batee, Kabupaten Pidie.

Direktur Utama PT Semen Indonesia Suparni dalam pertemuannya dengan Wakil Bupati Pidie M Iriawan di Sigli, Rabu menyatakan, pabrik itu mulai dibangun akhir April 2016 di lahan seluas 1.500 hektare dengan investasi Rp5 triliun.

Ia menyatakan semen dengan pabrik di Pidie diberi merek Semen Indonesia Aceh yang melibatkan perusahaan lokal PT Samana Citra Agung.

"Pembangunan pabrik direncanakan selesai pada 2019. Dan pada 2020, akan beroperasi serta menampung sekitar 3.000 tenaga kerja," kata Suparni.

Sementara itu, Wakil Bupati Pidie M Iriawan memberi apresiasi kepada PT Semen Indonesia yang akan membangun pabrik semen berkapasitas besar di kabupaten itu.

Pemerintah Kabupaten Pidie, kata dia, mendukung sepenuhnya pembangunan pabrik semen tersebut. Namun begitu, pemerintah daerah juga perlu mempelajari pabrik tersebut.

"Kami berharap keberadaan pabrik memberi manfaat kepada masyarakat, terutama bisa meningkatkan perekonomian serta memberi kontribusi kepada daerah," kata M Iriawan.




Uploader : Salahuddin Wahid

COPYRIGHT © ANTARA 2026