Banda Aceh (ANTARA Aceh) - Gubernur Aceh Zaini Abdullah mengatakan provinsi ujung barat Indonesia tersebut membutuhkan 7.000 hingga 10 ribu unit rumah per tahun.
"Kebutuhan rumah mencapai 10 ribu unit per tahun tersebut sebagai jawaban dari pertumbuhan ekonomi dan pertumbuhan jumlah penduduk Aceh yang terus meningkat," kata Gubernur Aceh Zaini Abdullah di Banda Aceh, Rabu.
Pernyataan tersebut disampaikan Gubernur Aceh Zaini Abdullah dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Sekretaris Daerah Aceh Dermawan MM pada Musyawarah Daerah Real Estate Indonesia (REI) Aceh.
Gubernur mengatakan, data Badan Pusat Statistik menyebutkan penduduk Aceh berjumlah 4,03 juta jiwa pada 2005. Kemudian meningkat menjadi 4,7 juta jiwa pada 2010.
Tahun 2014 meningkat hingga 5,2 juta. Tahun ini diperkirakan jumlah penduduk Aceh berkisar 5,4 juta. Jika dirata-ratakan, ada penambahan jumlah penduduk sekitar 100 ribu jiwa per tahun atau mengalami kenaikan 2,3 persen, kata Gubernur.
"Kalau saja rata-rata satu keluarga berjumlah lima orang, maka idealnya kebutuhan rumah di Aceh mencapai 20 ribu unit setiap tahunnya. Setidaknya kami berharap pembangunan rumah berkisar 7.000 hingga 10 ribu unit per tahun," kata Zaini Abdullah.
Dengan jumlah sebanyak itu, sebut Zaini Abdullah, harus bisa dimanfaatkan kalangan pengembang perumahan di Aceh, sehingga kebutuhan rumah mencapai 10 ribu unit tersebut dapat terpenuhi.
"Karena itu, kami mendorong REI Aceh untuk bisa tampil sebagai tuan rumah di daerahnya sendiri. Sebab, jika tidak, maka pengembang dari provinsi lain yang akan merebut peluang ini," kata dia.
Oleh karena itu, Gubernur Aceh Zaini Abdullah mengharapkan DPD REI Aceh dapat menyusun program-program perumahan yang sejalan dengan misi Pemerintah Aceh.
"Kami juga berharap perbankan di Aceh membantu pengembang di daerah ini untuk pembangunan perumahan, sehingga masyarakat sebagai pembeli akan memiliki akses lebih mudah untuk mendapatkan rumah," ujar Zaini Abdullah.
"Kebutuhan rumah mencapai 10 ribu unit per tahun tersebut sebagai jawaban dari pertumbuhan ekonomi dan pertumbuhan jumlah penduduk Aceh yang terus meningkat," kata Gubernur Aceh Zaini Abdullah di Banda Aceh, Rabu.
Pernyataan tersebut disampaikan Gubernur Aceh Zaini Abdullah dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Sekretaris Daerah Aceh Dermawan MM pada Musyawarah Daerah Real Estate Indonesia (REI) Aceh.
Gubernur mengatakan, data Badan Pusat Statistik menyebutkan penduduk Aceh berjumlah 4,03 juta jiwa pada 2005. Kemudian meningkat menjadi 4,7 juta jiwa pada 2010.
Tahun 2014 meningkat hingga 5,2 juta. Tahun ini diperkirakan jumlah penduduk Aceh berkisar 5,4 juta. Jika dirata-ratakan, ada penambahan jumlah penduduk sekitar 100 ribu jiwa per tahun atau mengalami kenaikan 2,3 persen, kata Gubernur.
"Kalau saja rata-rata satu keluarga berjumlah lima orang, maka idealnya kebutuhan rumah di Aceh mencapai 20 ribu unit setiap tahunnya. Setidaknya kami berharap pembangunan rumah berkisar 7.000 hingga 10 ribu unit per tahun," kata Zaini Abdullah.
Dengan jumlah sebanyak itu, sebut Zaini Abdullah, harus bisa dimanfaatkan kalangan pengembang perumahan di Aceh, sehingga kebutuhan rumah mencapai 10 ribu unit tersebut dapat terpenuhi.
"Karena itu, kami mendorong REI Aceh untuk bisa tampil sebagai tuan rumah di daerahnya sendiri. Sebab, jika tidak, maka pengembang dari provinsi lain yang akan merebut peluang ini," kata dia.
Oleh karena itu, Gubernur Aceh Zaini Abdullah mengharapkan DPD REI Aceh dapat menyusun program-program perumahan yang sejalan dengan misi Pemerintah Aceh.
"Kami juga berharap perbankan di Aceh membantu pengembang di daerah ini untuk pembangunan perumahan, sehingga masyarakat sebagai pembeli akan memiliki akses lebih mudah untuk mendapatkan rumah," ujar Zaini Abdullah.
Pewarta: Pewarta : M Haris SAUploader : Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.