Meulaboh (ANTARA Aceh) - Komunitas Peduli Keselamatan Bersama (KPKB) Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh mengharapkan para pedagang musiman menghargai umat muslim beribadah dengan tidak menjual petasan yang berdampak terhadap terusiknya kenyamanan masyarakat.

"Pedagang harus bisa mengerti, tidak boleh jual petasan, apalagi yang membeli anak-anak yang kemudian sengaja diletuskan saat orang beribadah shalat tarawih ataupun di jalan-jalan raya," kata Ketua KPKB Aceh Barat Rahmad Ozer di Meulaboh, Sabtu.

Hal itu disampaikan disela-sela membagikan jadwal "imsakiah" puasa Ramadhan 1437 Hijiriah/2015 Masehi di persimpangan Pelor Meulaboh, komunitas muda Aceh Barat ini membagikan imsakiah sebagai salah satu kegiatan menyambut puasa.

Rahmad menyebutkan, pihak terkait dalam hal ini diharapkan untuk proaktif menekan peredaran petasan muncul di pedagang dadakan di seputar Meulaboh, sebab apabila pedagang sudah memasok barang tersebut tentunya dengan berbagai ilahdaya tetap akan dijualnya agar tidak merugi.

Menurut dia, bulan Ramadhan itu adalah bulan yang penuh kebajikan dalam setahun umat muslim melaksanakan ibadah, terutama saat malam melaksanakan sholat sunat tarawih, tadarus Alquran dan pengajian-pengajian lainnya.

Rahmad memintakan, pihak kepolisian daerah setempat melakukan upaya antisipasi masuknya aneka petasan yang setiap tahun menjadi mainan remaja bahkan anak-anak di saat malam selama puasa.

"Pihak kepolisian bersama unsur muspida itu harus segera melakukan upaya antisipasi, apalagi masuknya barang-barang tersebut bersamaan dengan barang mainan anak-anak seperti kembang api, lilin, izin usaha yang dikeluarkan haruslah selektif untuk mereka yang menjual barang mainan berbahaya," tegasnya.

Belajar pada puasa Ramadhan tahun 2015, banyak pedagang yang disita petugas gabungan barang dagangannya karena menjual petasan dan bersamaan di dalamnya memiliki kembang api dengan suara lengkigan cukup membuat orang terkejut-kejut.

Akan tetapi beberapa diantaranya memiliki izin usaha penjualan alat mainan kembang api, karena itu harus ada solusi sejak dini melalui optimalisasi peran semua pihak agar tidak ada yang dirugikan selama satu bulan umat Islam melaksanakan ibadah.

Kemudian Rahmad juga mengharapkan, penjagaan pada rumah ibadah seperti masjid dan tempat keramaian selama puasa Ramadhan 1437 Hijriah perlu ditingkatkan, sehingga kondisi selama bulan puasa ini kondusif dan tentram dirasakan.

"Kalau memang pihak kepolisian sudah mempersiapkan, itu bagus dan perlu ditingkatkan. Sebab masjid-masjid selama bulan puasa ini perlu mendapat pengamanan agar orang datang beribadah dengan tenang, tidak berpikir kendaraan ditingal di colong maling saat taraweh," katanya menambahkan.



Pewarta: Pewarta : Anwar
: Salahuddin Wahid

COPYRIGHT © ANTARA 2026