Tapaktuan (ANTARA Aceh) - Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan telah memetakan sedikitnya ada tiga titik yang menjadi kawasan rawan longsor dan banjir selama berlangsungnya arus mudik Lebaran Idul Fitri 1437 Hijriah.
Kadis Perhubungan Komunikasi dan Informatika Aceh Selatan, Hamzah usai rapat koordinasi persiapan angkutan lebaran dan menghadapi arus mudik di Tapaktuan, Selasa menyatakan, titik pertama berada di kawasan Gunung Tapaktuan yang tergolong kawasan rawan longsor.
Kemudian wilayah Keude Rundeng, Kecamatan Kluet Selatan yang dikategorikan kawasan rawan banjir serta di wilayah depan Kantor Camat hingga di simpang empat Kuta Fajar, Kecamatan Kluet Utara yang dikategorikan kawasan rawan laka lantas.
Ia menyatakan, untuk mewujudkan keselamatan dan keamanan para pemudik, pihaknya bersama Satlantas Polres mendirikan Pos Pelayanan dan Pos Pengamanan.
Selain itu, lanjut dia, pihaknya juga telah memasang tanda rambu-rambu lalulintas di titik-titik lokasi kawasan rawan longsor dan rawan banjir serta rawan laka lantas termasuk rawan tumbang pohon kayu di sepanjang ruas jalan nasional Aceh Selatan.
"Untuk Pos Pelayanan terpadu yang melibatkan seluruh unsur akan didirikan di Pos Lantas Tapaktuan, sedangkan Pos Pengamanan arus mudik akan didirikan di beberapa titik dalam wilayah Aceh Selatan," kata Hamzah.
Disamping itu, Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Aceh Selatan juga telah melayangkan surat kepada pemilik kendaraan umum angkutan lebaran agar sebelum mengangkut penumpang harus terlebih dulu memeriksa kelengkapan surat kendaraan, memeriksa kondisi fisik kendaraan dimaksud, mentaati rambu-rambu lalulintas serta menjaga kebugaran fisik sopir mobil angkutan lebaran tersebut.
"Jika dalam perjalanan mudik, sopir angkutan lebaran tertentu mengalami kelelahan hingga akhirnya mengantuk, maka kami menyarankan mereka untuk singgah di pos-pos pelayanan arus mudik yang telah dibangun di Pusat Kota Tapaktuan," ujar Hamzah.
Dalam kesempatan itu, Hamzah menghimbau kepada seluruh masyarakat yang melakukan mudik lebaran tahun ini, agar berhati-hati atau tidak memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi saat memasuki wilayah Aceh Selatan karena di wilayah tersebut tergolong cukup banyak hambatan di jalan raya.
Seperti, disebutkan, keberadaan proyek yang masih dalam pengerjaan, kondisi cuaca sedang ekstrem yang ditandai masih tingginya curah hujan serta angin kencang, banyak tikungan tajam di wilayah pegunungan serta di kawasan-kawasan tertentu rawan melintas babi hutan secara tiba-tiba di atas badan jalan.
"Secara umum sebenarnya kondisi arus mudik di wilayah Aceh Selatan berlangsung aman dan kondusif tidak ada kendala yang berarti, hanya saja kami tetap mengeluarkan imbauan dan peringatan kepada para pemudik agar ekstra hati-hati saat melintas," kata Hamzah.
Pewarta: HendrikUploader : Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.