Banda Aceh (ANTARA Aceh) - Ketua Pengadilan Tinggi Banda Aceh H Chaidir mengaku prihatin dengan kondisi dan situasi institusi peradilan saat ini.

"Kita semua warga peradilan merasa prihatin dengan kondisi dan situasi institusi kita. Betapa dahsyatnya tudingan dari pihak luar terhadap lembaga peradilan," ungkap H Chaidir di Banda Aceh, Selasa.

Pernyataan tersebut dikemukakan Ketua Pengadilan Tinggi Banda Aceh H Chaidir ketika melantik tiga ketua pengadilan negeri di Aceh berlangsung di Aula Pengadilan Tinggi Banda Aceh.

Ketiga ketua pengadilan negeri dilantik tersebut yakni Ketua Pengadilan Negeri Banda Aceh Badrun Zaini, Ketua Pengadilan Negeri Idi, Aceh Timur, Iwan Irawan dan Ketua Pengadilan Negeri Blangkejeren, Gayo Lues, Muhammad Djamil.

Menurut H Chaidir, tudingan terhadap peradilan itu sendiri datang dari dalam atau internal. Selain itu, berbagai macam isu akibat dari beberapa peristiwa yang terjadi akhir-akhir ini yang dilakukan oleh rekan-rekan hakim maupun nonhakim.


Padahal, kata H Chaidir, pejabat-pejabat berperilaku yang baik, baik teknis maupun nonteknis di lembaga peradilan jauh lebih banyak dari pada yang tidak baik. Akibatnya, kepercayaan masyarakat terhadap lembaga peradilan menjadi rusak.

"Seolah-olah seluruh pejabat pengadilan tidak benar. Ibarat kata pepatah gara-gara nila setitik rusak susu sebelanga. Padahal, masih banyak pejabat peradilan berperilaku baik," kata H Chaidir menyebutkan.

Oleh karena itu, H Chaidir mengajak semua hakim dan keluarga pengadilan di Aceh jangan mengendurkan semangat dalam bekerja dan berkarya. Serta menunjukkan bahwa tidak semua hakim dan pegawai pengadilan itu jelek.

"Tingkatkan kinerja, profesionalisme, kredibilitas dan integritas dalam menghadapi situasi ini. Mahkamah Agung melalui Pengadilan Tinggi terus berupaya meningkatkan sumber daya manusia yang memiliki integritas, profesionalisme dan bertanggung jawab," kata H Chaidir.



Pewarta: M Haris SA
: Salahuddin Wahid

COPYRIGHT © ANTARA 2026