Banda Aceh (ANTARA Aceh) - Pelayaran perdana PT Tempuran Emas dari Pelabuhan Tanjung Priok ke Pelabuhan Malahayati, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh, mengangkut 30 peti kemas atau kontainer yang berisi makanan dan kebutuhan masyarakat, kata pejabat setempat.

"Alhamdulillah pelayaran perdana sudah tiba di Pelabuhan Malahayati Krueng Raya dan saat ini dalam proses bongkar muat dengan menggunakan harbaour mobile crane (HMC) yang didatangkan dari Jerman," kata General Manager PT Pelabuhan Indonesia Pelabuhan Malahayati  Capt Al Abrar di Banda Aceh, Kamis.

Ia menjelaskan bongkar muat peti kemas tersebut terus dilakukan dan pada Jumat (5/8) juga akan dilakukan tepung tawar (peusijeuk) dan disaksikan langsung oleh Gubernur Aceh Zaini Abdullah.

"Proses bongkar muat memang hari ini besok juga akan dilakukan beberapa lagi  pada saat kunjungan Gubernur Aceh dan prosesi tepung tawari tanda dimulainya kegiatan bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Malahayati," katanya.

Ia mengatakan dalam proses pelayaran peti kemas untuk saat ini sudah ada dua perusahaan yang akan melakukan kegiatan rutin di pelabuhan tersebut masing-masing PT Tempuran Emas dan PT Kanaka Line.

"Kita saat ini juga sudah menjajaki dengan para pelaku usaha dan sejumlah perusahaan di Aceh untuk memanfaatkan kesempatan ini agar saat kapal kembali juga berisi muatan," katanya.

Ia mengaatakan pelayaran tersebut nantinya juga dapat mengangkut produk pertanian, hasil kerajinan tangan dan produk lainnya serta semen yang akan dipasarkan untuk wilayah Pulau Jawa dan Sumatera.



Pewarta: Muhammad Ifdhal
: Salahuddin Wahid

COPYRIGHT © ANTARA 2026