Meulaboh (ANTARA Aceh) - Pemerintah Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh, tetap melanjutkan perguliran program listrik gratis karena sangat membantu meringankan beban ekonomi masyarakat miskin di daerah itu.
Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Ir Syahril, di Meulaboh, Kamis mengatakan, terdapat 2.780 Rumah Tangga Sasaran (RTS) yang ditanggung pembayaran pemakaian energi listriknya oleh Pemkab selama 2016.
"Target penambahan pada verifikasi data program 2017 untuk semua pelanggan PLN yang memenuhi persyaratan, yang sudah dapat ya lanjut, kemiskinan itu relatif dan dinamis yang sewaktu-waktu berubah, tidak ada kuota khusus," katanya.
Pemkab Aceh Barat memplotkan anggaran Rp1 miliar per tahun untuk program itu, penerima listrik gratis ini memiliki kriteria di antaranya, punya bangunan rumah, pengguna dua ampere dan pembayaran pemakaian di bawah Rp100.000/bulan.
Menurut Syahril, program tersebut telah berjalan sejak tahun 2015 dan penerima manfaat tersebut adalah sesuai jumlah pelanggan, bukan hanya berpatokan pada data masyarakat miskin karena mungkin ada masyarakat miskin belum ada rumah.
Sebelum itu Pemkab Aceh Barat juga telah menuntaskan program pemasangan meteran listrik gratis (instalasi) ke masyarakat miskin per tahun 200-300 rumah, kemudian baru dilanjutkan dengan tanggungan pemakaian energi oleh pemerintah.
"Kalaupun kita punya data kemiskinan, beda dengan penerima raskin, ada tidaknya rumah bisa dapat beras, tapi kalau listrik gratis itu harus sudah terdata pelanggan PT PLN. Sejak dulu juga ada program pemasangan meteran gratis," jelasnya.
Dalam proses klaim pembayaran Pemkab Aceh Barat kepada PT PLN hingga kini masih terjadi variatif karena penggunaan meteran listrik prabayar dengan analog berbeda, untuk prabayar dapat diukur sementara analog tergantung pemakaian.
Dia menambahkan, data penerima manfaat tersebut terakumulasi dari data pelanggan pada PT PLN Area Meulaboh, berdasar data lembaga tersebut Pemkab Aceh Barat melakukan verifikasi penerima manfaat sehingga lebih mudah dan cepat.
Sebab tidak ada kuota khusus terhadap penerima, bahkan banyak masyarakat yang mengajukan proposal untuk menerima program ini, akan tetapi harus diberikan secara selektif sehingga program listrik gratis benar-benar tepat sasaran.
"Perbedaan pembayaran pelanggan pasti, karena tidak semua mengunakan listrik prabayar. Kalau analog bagaimana kita stel pemakaian harus Rp50 ribu misalkan, kalau semua sudah prabayar mungkin lebih mudah," kata dia.
Pewarta: AnwarUploader : Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.