Banda Aceh (ANTARA Aceh) - Calon Wakil Gubernur Aceh Sayed Mustafa Usab mengharapkan pemilihan kepala daerah di provinsi itu agar tidak ada intimidasi dan biarkan warga bebas memilih pilihannya sesuai hati nuraninya.

"Pilkada Aceh 2017 jangan ada intimidasi. Biarkan masyarakat memilih sesuai hati nurani atau pilihannya," kata Sayed Mustafa Usab di Kluet Selatan, Kabupaten Aceh Selatan, Kamis.

Sayed Mustafa Usab yang juga mantan petinggi Gerakan Aceh Merdeka (GAM) wilayah barat selatan Aceh berada di Kluet Selatan dalam rangka silaturahmi dengan sekitar dua ratusan mantan anggota GAM Wilayah Lhok Tapaktuan.

Kegiatan yang dipusatkan di Kompleks Masjid Nurul Yaqin, Gampong Indradamai, Kluet Selatan, turut dihadiri Calon Gubernur Aceh Abdullah Puteh, mantan Ketua DPR Aceh Muhammad Yus, mantan Sekretaris Daerah Aceh Thantawi Ishak, dan tokoh masyarakat setempat.

Sayed Mustafa menegaskan, jika ada intimidasi politik, maka itu merupakan ranahnya aparat penegak hukum. Aparat jangan ragu menindak tegas mereka yang melakukan intimidasi kepada masyarakat.

"Jangan ada intimidasi pada pilkada Aceh. Kalau, maka pelaku intimidasi harus berhadapan dengan hukum. Pelaku ini juga sudah mengganggu keamanan dan kenyamanan masyarakat," kata Sayed Mustafa Usab.

Sayed Mustafa mengatakan, ada lima tokoh GAM yang maju pada pilkada Aceh 2017. Selain dirinya, ada empat lainnya, yakni Zaini Abdullah, Irwandi Yusuf, Muzakir Manaf, dan Zakaria Saman.

Walau ada lima mantan petinggi GAM ikut bertarung, kata dia, bukan berarti semua mantan GAM terpecah belah. Karena itu, mantan GAM harus tetap bersatu, walau berbeda pilihan politiknya.

"Kepada masyarakat dan mantan kombatan GAM, jangan salah pilih. Dan pilihlah sesuai keinginan masing-masing. Saya yakin semuanya sudah ada pilihan," ungkap Sayed Mustafa Usab.

Ia mengayakan, berbeda pilihan itu biasa. Namun, jangan jadikan perbedaan pilihan tersebut sebagai masalah yang bisa merusak persatuan dan kesatuan di masyarakat.

"Kami juga berharap pilkada jangan melahirkan konflik hanya karena perbedaan pilihan. Semua perbedaan itu merupakan dinamika dalam berdemokrasi," kata Sayed Mustafa Usab.

Senada juga diungkapkan calon Gubernur Aceh Abdullah Puteh. Mantan Gubernur Aceh ini mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap bersatu pada menghadapi pemilihan kepala daerah 2017 mendatang.

"Persatuan merupakan kunci sukses membangun Aceh. Tanpa persatuan, sulit membangun Aceh, sehingga Aceh yang kaya sumber daya alam tidak akan bisa dimanfaatkan untuk kesejahteraan dan kemakmuran rakyat," kata Abdullah Puteh.

Abdullah Puteh dan Sayed Mustafa Usab merupakan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh 2017-2022 pasangan ini mencalonkan dari jalur perseorangan atau independen.

Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh 2017-2022 digelar 15 Februari 2017. Pemilihan itu digelar serentak dengan pemilihan 20 bupati/wali kota dan wakil dari 23 kabupaten/kota di Provinsi Aceh.

Selain Abdullah Puteh dan Sayed Mustafa Usah, pemilihan gubernur dan wakil gubernur ini juga diiikuti pasangan calon Tarmizi A Karim dan T Machsalmina Ali.

Serta, Zakaria Saman dan T Alaidinsyah, Zaini Abdullah dan Nasaruddin, Irwandi Yusuf dan Nova Iriansyah, serta pasangan Muzakir Manaf dan TA Khalid.



Pewarta: M Haris SA
Uploader : Salahuddin Wahid

COPYRIGHT © ANTARA 2026