Sabang (ANTARA Aceh) - Manager PLN (Persero) Rayon Kota Sabang Mizwar menyatakan pada tahun 2017 Pulau Sabang terancam krisis listrik karena pertumbuhan penduduk dan perkembangan pesat pariwisata.
"Jika 2017 tidak ada penambahan daya dikhawatirkan pada tahun 2017 di Pulau Sabang, Provinsi Aceh akan krisis energi listrik," katanya di Sabang Selasa.
Miswar menjelaskan PLN Royan Kota Sabang yang juga mengalirkan listrik ke Kota Banda Aceh saat ini memiliki daya sekitar 7,8 mega watt (MW) sementara daya yang digunakan oleh semua pelangan se-Kota Sabang sebanyak 5,5 MW.
"Jumlah pelanggan PLN keseluruhan 11.901 dan daya yang terpakai 5,5 MW dan jumlah daya yang tidak terpakai 1,3 MW. Namun seiring pertumbuhan penduduk dan meningkatkan usaha industri pariwisata dikhawatirkan pada tahun 2017 Sabang akan dilanda krisis energi," katanya lagi.
Untuk itu, Mizwar berharap semua pihak mendukung pencepatan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) di Gampong (desa) Jaboi, Kecamatan Sukajaya, Kota Sabang agar kebutuhan listrik pada tahun 2017 terpenuhi.
"Program Bapak Presiden Joko Widodo menerangi Indonesia dari Sabang sampai Merauke dengan daya 35.000 MW dan Sabang mendapat empat MW dari pembagunan PLTMG itu," ujarnya.
Jika PLTMG berjalan dengan baik, PLN siap memenuhi kebutuhan listrik untuk masyarakat Kota Sabang pada tahun 2017, pelaku usaha industri pariwisata maupun pelaku usaha industri menengah lainnya.
"Jika rencana ini berjalan dengan baik Sabang pada tahun 2017 memiliki daya 11,8 MW dan PLN siap memenuhi kebutuhan energi untuk para investor yang ingin berinvestasi di Sabang," ujarnya.
Pewarta: Irman Uploader : Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.