Banda Aceh (ANTARA Aceh) - Gerakan Bela Negara (GBN) Aceh mendesak pihak berwajib untuk menahan tersangka penistaan agama Basuki Cahaya Purnama atau Ahok untuk meredam kemarahan umat Islam.

"Kami mendesak kepada pihak berwajib untuk menahan Ahok. Semua ini dilakukan demi kemasylahatan umat," kata Wakil Ketua GBN Aceh M Djamil kepada wartawan di Banda Aceh, Kamis.

M Djamil yang didampingi penasehat GBN Aceh Tgk H Muhammad Yus, Tgk H A Rahman TB, menyatakan, meskipun Ahok sudah ditetapkan sebagai tersangka, namun yang bersangkutan sering muncul di mana-mana, sehingga membuat luka umat Islam.

Ia juga berharap agar penegak hukum bisa menjalankan fungsinya sebaik-baiknya agar Ahok bisa diproses sesuai yang disangkakan.

GBN Aceh juga mendukung aksi damai dan doa oleh umat Islam dari penjuru Tanah Air yang akan di pusatkan di Monas Jakarta pada Jumat (2/12) di Jakarta.

Menurut dia, aksi doa sengaja di pusatkan di Monas agar elit politik dan pemimpin bangsa ini melihat langsung apa yang terjadi dan berkembang di Tanah Air ini.

Pada bagian lain, GBN juga menegaskan bahwa pihaknya tidak menerima masuknya dasar negara lain ke Indonesia ini. "Sudah cukup dasar negara kita Pancasila yang bisa mempersatukan bangsa ini," katanya.

Hal yang sama juga dikemukakan penasehat GBN Miswar Sulaiman yang juga Ketua DPW KB PII Aceh ini mengemukakan, persoalan hari ini bukan masalah Ahok saja, tapi ada upaya masuknya faham komunis ke Indonesia.

"Inilah yang perlu diwaspadai oleh Pemerintah Indonesia bahwa faham komunis yang merupakan musuh umat Islam," katanya.

Ia menyatakan, meskipun Indonesia sudah berhutang dengan Tiongkok, bukan berarti mereka seenaknya ingin mengatur Indonesia.

"Ini yang menjadi kecemasan masyarakat yang akan merongrong Pancasila, karena bangsa Indonesia punya pengalaman pahit terhadap partai komunis," katanya.

Menyinggung aksi damai "212", Miswar berharap agar Presiden Joko Widodo, Wapres Jusuf Kalla dan Menteri Kabinet Kerja untuk bersama-sama umat Islam shalat Jumat bersama di Monas.

"Kami berharap Presiden Jokowi, Wapres Jusuf Kalla dan para menteri shalat Jumat bersama, sehingga suasana lebih damai dan bila perlu Presiden Jokowi pada kesempatan itu menyatakan agar Ahok ditahan," kata Miswar Sulaiman.




Uploader : Salahuddin Wahid

COPYRIGHT © ANTARA 2026