Banda Aceh (ANTARA Aceh) - Budidaya bawang merah dari biji akan mampu meningkatkan keuntungan dan menekan biaya produksi yang dikeluarkan oleh petani, kata petinggi perusahaan produsen benih hortikultura.
"Penggunaan biji akan menekan biaya produksi dan akan mengurangi ketergantungan terhadap pemakaian umbi bibit," kata Managing Director Ewindo (Cap Panah Merah), Glenn Pardede di Banda Aceh, Kamis.
Ia menjelaskan dengan menanam bawang merah dari biji petani akan mendapatkan tiga keuntungan yakni biaya transportasi lebih murah karena berbentuk biji.
Kedua, benih bisa lebih lama disimpan dalam pendingin (maksimal dua tahun) selama tidak terkena sinar matahari dan ketiga lebih sedikit terserang penyakit karena benih tidak membawa virus dan jamur.
"Kami berharap dengan pengenalan cara budidaya ini mampu mendorong meningkatkan kesejahteraan petani bawang merah dan mendukung pegembangan kemajuan bidang agro industri khususnya industri hortikultura," katanya.
Ewindo memiliki sejumlah varietas benih bawang merah di antaranya tuk-tuk, lokananta dan sanfren F1.
Salah seorang petani bawang merah asal Aceh Wildan menyatakan teknik budidaya bawang merah yang diterapkannya dengan varietas tuk tuk berhasil mencapai produktivitas mencapai sekitar 15-17 ton per hektare.
"Hasil yang saya peroleh ini naik 100 persen dari produktivitas petani bawang merah Aceh yang selama ini berkisar pada 7,3 ton perhektare," katanya.
Ia menambahkan budidaya bawang merah menggunakan biji atau biasa disebut dengan pindah tanam pontensi hasil panennya lebih besar dibanding menggunakan umbi bibit.
Pewarta: Muhammad IfdhalUploader : Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA 2026