Banda Aceh (ANTARA Aceh) - PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region I Sumbagut mencatat terjadi peningkatan tren konsumsi bahan bakar khusus (BBK) pada periode satgas Idul Fitri 1438 Hijriah di Aceh.
"Peningkatan konsumsi bahan bakar di Aceh didominasi oleh permintaan konsumen di daerah jalur mudik," kata Area Manager Communication dan Relation Pertamina Sumbagut, Fitri Erika dihubungi di Banda Aceh, Minggu.
Ia menjelaskan hingga H+6, Pertamina mencatat konsumsi bahan bakar jenis Pertamax naik 37 persen dari normal 127 kiloliter per hari menjadi 174 kiloliter (kl) per hari.
Fitri mengatakan lonjakan konsumsi Pertamax terjadi pada H-2 tanggal 23 Juni menjadi 390 kiloliter atau naik 207 persen.
Kenaikan tersebut juga terjadi pada Bahan Bakar jenis Pertalite yang mengalami peningkatan tertinggi pada H-1 lebaran sebesar 78 persen yakni dari penyaluran harian normal sebesar 916 kiloliter per hari menjadi 1.640 kiloliter.
Menurut dia penyaluran Pertalite di Aceh naik rata-rata tujuh persen atau menjadi 983 kiloliter per hari dari normal 916 kiloliter.
"Konsumsi tertinggi untuk bahan bakar khusus Pertamax terjadi di Kabupaten Aceh Utara dan Aceh Timur, sementara Pertalite tertinggi di Kabupaten Aceh Barat, Singkil dan Kabupaten Aceh Timur," katanya.
Fitri menambahkan solar dan premium pada masa satgas Idul Fitri 1438 H mengalami penurunan yakni BBM jenis solar selama satgas hingga kini mengalami penurunan sekitar 12 persen dari 916 Kl per hari menjadi 806 Kl per hari dan premiun turun tujuh persen.
"Kami telah melakukan penambahan pasokan premium tetapi respon konsumen justru turun. Ini terlihat dari data penurunan konsumsi premium di Aceh yang mengalami penurunan hingga 7 persen dari angka penyaluran normal," katanya.
Ia mengatakan ada beberapa kabupaten/kota yang konsumsi premium naik antara lain Kabupaten Pidie Jaya konsumsi normal 16 Kl per hari naik 61 persen menjadi 26 Kl per hari, Kabupaten Aceh Selatan normal 45 Kl per hari naik 18 persen menjadi 53 Kl per hari, Kabupaten Simeulue dari normal 20 Kl per hari naik sembilan persen menjadi 22 Kl per hari.
Pewarta: Muhammad IfdhalUploader : Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.