Banda Aceh (ANTARA Aceh) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) setempat mengungkapkan satelit Terra maupun Aqua tak pantau titik panas di wilayah Aceh.

"Pagi ini, nihil. Atau kosong sama sekali titik panas di Aceh," ucap Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Kelas I Blang Bintang Zakaria di Aceh Besar, Jumat.

Dia mengatakan untuk wilayah di Pulau Sumatera terdeteksi sebanyak 49 titik panas yang tersebar di tujuh provinsi, yakni di Sumatera Selatan terpantau 18 titik panas, kemudian di Riau sebanyak 16 titik panas, dan Lampung terdeteksi enam titik.

Jumlah yang sama yakni enam titik terpantau di Bangka Belitung dan Jambi, sedangkan Sumatera Utara dan Sumatera Barat masing-masing satu titik..

"Aceh kemarin (Kamis, 27/7) pagi, terpantau 20 titik. Namun titik panas tidak terpantau oleh satelit ketika di sore hari," jelas Zakaria.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga kini, terus melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan terutama dengan pengeboman air menggunakan helikopter jenis MI-17.

Bahkan jumlah helikopter itu kembali ditambah, setelah jenis Bell 412 dengan registrasi PK-DAS untuk melakukan pemadaman di lahan gambut wilayah Kabupaten Aceh Barat dan sekitar.

Kasubdit Kesehatan dan Air Bersih BNPB Jarwansyah mengatakan, helikopter tersebut tiba bersama lima orang tenaga pesawat guna mendukung pemadaman kebakaran hutan dan lahan.

"Berapa lokasi, sudah dilakukan penyiraman. Bergerak itu helikopter MI 17 kapasitas empat ton, tapi kalau Bell ini dengan kapasitas satu ton belum," katanya.




Pewarta: Muhammad Said
: Salahuddin Wahid

COPYRIGHT © ANTARA 2026