Meulaboh (ANTARA Aceh) - Dua unit helikopter Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menuntaskan water bombing atau pengeboman air penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh.
"Hasil rapat evaluasi bersama tadi malam (Senin), hari ini Helikopter BNPB dengan Satgas Udara menuntaskan pengeboman air, siang ini masih dilakukan penuntasan di beberapa lokasi," kata Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Barat, Edison, di Meulaboh, Selasa.
Namun demikian, penanganan Karhutla di Aceh Barat masih akan terus dilanjutkan oleh Satuan Tugas (Satgas Darat) yang masih berada di daerah, sementara dua unit Helikopter BNPB akan kembali ke pangkalan dijadwalkan pada Selasa sore.
Kata Edison, hari terakhir kegiatan Satgas Udara melakukan pengeboman air di tiga kecamatan yang ditemukan titik pesebaran sisa asap dari lahan yang terbakar, helikopter jenis MI 17 VN melakukan penuntasan pemadaman pada lokasi yang diarahkan.
Adapun kawasan yang masih ditemukan titik api itu seperti di Kecamatan Mereubo tepatnya di belakang Korem 012 Teuku Umar dan dekat lintasan jalan menuju perusahaan tambang, kedua di Kecamatan Kaway XVI, di lahan Desa Peunia dan Desa Simpang, kemudian di Kecamatan Johan Pahlawan seperti di Suak Raya dan Suak Nie.
"Ke situ mereka fokus hari ini, selanjutnya tim satgas darat yang akan menyelesaikan hingga akhir. Setiap malam kita melakukan rapat evaluasi bersama, kalau sudah tidak ditemukan lagi ada titik asap, baru kita akhiri operasi penanganan karhutla," sebutnya.
Sementara itu Kasi Kedaruratan BPBD Aceh Barat, Beni Hardi, menambahkan, sejak ditetapkannya operasi tanggap darurat bencana Karhutla pada 17 Juli 2017, telah dilakukan berbagai upaya, mulai dari darat hingga mengerahkan kekuatan satgas udara.
Dari penyesuaian data BPBD dan TNI, Polri, untuk total luasan area gambut hutan dan lahan yang terbakar d Aceh Barat selama 16 hari tanggap darurat bencana Karhutal mencapai 222,5 hektare, tersebar pada sembilan kecamatan daerah itu.
"Total area yang terbakar dan sedang ditangani di Aceh Barat seluas 222,5 hektar tersebar di sembilan kecamatan. Data ini juga sementara, karena masih dalam proses penanganan dan sudah kami sesuaikan dengan pendataan TNI, Polri," sebutnya.
Beni yang juga Wakil Komandan Operasi Penanganan Karhutla BPBD Aceh Barat ini merincikan, jumlah satgas yang turun dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) RI sebanyak 20 anggota Manggala Agni dari Sibolagit, Sumut.
Kemudian kekuatan tambahan dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh 20 anggota, dari Kesatuan Pengelola Hutan (KPH) wilayah IV Aceh, serta bantuan darat dari BPBK Aceh Barat Daya (Abdya) dan BPBD Aceh Besar.
"Saat ini hanya tersisa sebagian sedang melakukan penanganan bersama tim daerah, TNI, Polri. Konfirmasi mereka siap turun kapanpun dibutuhkan, sementara dari Abdya dan Aceh Besar mereka langsung ke lapangan," katanya.
Selama Aceh Barat dilanda bencana alam Karhutla telah berdampak terhadap roda pemerintahan, sosial dan ekonomi masyarakat, selain menggangu aktivitas juga ditemukan kasus Infeksi Saluran Pernafasan Akut (Ispa) sebanyak 367 orang.
Sementara guyuran hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih terus mengguyur dalam dua hari terakhir, kabut asap yang menyelimuti dua pekan sudah menghilang dan aktivitas masyarakat sudah tidak terganggu kabut asap.
Pewarta: AnwarUploader : Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.