"Saya lebih memilih mencari tempat yang lebih tinggi untuk menghindari tsunami seperti yang berhembus dari mulut ke mulut," kata Ria, warga Kota Manado, Jumat.
Selain informasi dari mulut ke mulut, isu tsunami juga menyebar di jejaring sosial facebook dan BBM sehingga warga mulai mencari daratan yang lebih tinggi.
Sebagaimana terpantau wartawan Antara, akses jalan menuju ke lokasi yang lebih tinggi seperti kawasan Bumi Beringin, serta kawasan perkantoran dan permukiman di Jalan 17 Agustus, menjadi sasaran warga yang diliputi kepanikan.
"Lebih baik berupaya menyelamatkan diri dari pada ketika terjadi tsunami kami tidak siap. Kami saat ini sementara menuju ke kawasan kantor gubernur di Jalan 17 Agustus," kata Rudi, pengendara Kijang Innova.
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sulut menampik informasi tersebut.
Dalam sebuah layanan pesan singkat yang dikirimkan Nurhadi, Prakirawan BMKG Sulut, Stasiun Meteorologi Manado menulis, masyarakat diharapkan tidak panik terkait isu tsunami di daerah ini.
Gelombang tinggi di perairan Sulawesi Utara disebabkan oleh angin kencang dan tidak akan menyebabkan gelombang tsunami.
Pewarta: Pewarta : Karel A Polakitan
Editor :
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.