Banda Aceh (ANTARA Aceh) - Hadirnya gas non subsidi Bright Gas 5,5 Kg memberikan arti sendiri dan kemudahan bagi pelanggan di Aceh khususnya dalam melakukan kegiatan rumah tangga dan aktivitas berjualan.
Sejak diluncurkannya varian gas non subsidi dengan isi 5,5 kilogram, produk tersebut mendapat pasar tersendiri di provinsi ujung paling barat Indonesia itu, terutama di kalangan ibu rumah tangga dan juga pedagang.
Hasan salah seorang pedagang mie di Kabupaten Aceh Besar mengatakan dengan hadirnya gas non subsidi tersebut membuat dirinya lebih mudah untuk memiliki gas dengan ringan dan harga sangat terjangkau.
''Kelebihannya ringan dan harga terjangkau dan yang paling penting tersedia dengan mudah saat dibutuhkan,'' katanya.
Ia juga mengatakan gas isi 5,5 kilogram tersebut juga sangat ringan dan apa bila dirinya tidak bisa membeli maka bisa langsung ditangani oleh istrinya guna membeli isi ulang dari gas tersebut.
Hal senada juga disampaikan oleh Darlina. Ia mengatakan dengan menggunakan Bright Gas isi 5,5 kilogram juga memudahkan dirinya dalam melakukan aktivitas sehari-hari yakni memasak untuk kebutuhan keluarga.
''Bright Gas isi 5,5 kilogram sangat mudah didapat, harga terjangkau dan satu lagi mudah untuk dibawa jika saat-saat tertentu tidak ada suami di rumah,'' katanya.
Kehadiran varian elpiji non subsidi isi 5,5 kilogram tersebut merupakan wujud dan komitmen PT Pertamina Persero dalam memberikan kemuduhan dan kenyamanan kepada konsumen, perusahaan tersebut telah meluncurkan varian terbaru untuk elpiji non subsidi yang dikenal lebih ringan dan praktis.
Varian yang diusung oleh perusahaan plat merah dalam memberikan kemudahan, ringan dan praktis serta harga terjangkau kepada konsumen di seluruh Tanah Air khususnya di Aceh adalah Bright gas isi 5,5 kilogram.
''Alhamdulillah penjualan varian ini sejak diperkenalkan ke pasar pada Februari 2017 terus meningkat hingga saat ini,'' kata Area Manager Communication and Relations PT Pertamina MOR I Sumbagut, Rudi Ariffianto.
Ia menyebutkan sejak diluncurkan varian Bright Gas non subsidi isi 5,5 Kg di pada Februari 2017 penjualannya sampai akhir September 2017 sudah terjual lebih dari 30.000 tabung.
''Selama September 2017, sudah terjual refill 9.500 tabung/bulan, sudah tersedia dilebih dari 60 SPBU seluruh Aceh, dilebih dari 1.200 outlet /pangkalan,'' katanya.
Bright Gas kemasan tabung 5,5 kilogram tersebut dijual dengan harga Rp320 ribu per tabung dan isi, sedangkan untuk pengisian ulang dijual dengan harga Rp60 ribu di outlet selain SPBU dan Rp65 ribu di outlet SPBU.
"Bright Gas 5,5 kg hadir sebagai solusi yang cocok bagi keluarga dan konsumen yang membutuhkan kemasan lebih ringan dan praktis serta dengan harga sangat terjangkau," katanya.
Ia mengatakan varian baru tersebut menawarkan tiga kelebihan bagi konsumen yakni lebih aman dengan fitur katup ganda yang mengadopsi teknologi Double Spindle Valve System (DSVS) sehingga 2 kali lebih aman dalam mencegah kebocoran pada kepala tabung.
Kedua, fitur keamanan diperkuat dengan adanya tambahan segel resmi Pertamina yang dilengkapi dengan hologram fitur OCS (Optical Color Switch) yang telah memperoleh paten dan tidak dapat dipalsukan.
''Fitur ini hampir sama dengan teknologi yang digunakan dalam benang pengaman uang kertas dan dokumen-dokumen berharga lainnya,'' katanya.
Kelebihan ketiga adalah dalam memberikan kenyamanan dalam melakukan pemesanan Bright Gas 5,5 kg juga dapat dilakukan pemesanan melalui layanan terpusat di Pertamina Contact Center 1-500-000.
Ia menambahkan dalam upaya meningkatkan pelayanan kepada konsumen dan memberikan kemudahan dalam memenuhi permintaan pasar, varian elpiji non subsidi isi 5,5 kilogram tersebut akan tersedia di seluruh pangkalan LPG 3 Kg.
''Produk Bright Gas ini 5,5 kilogram akan tersedia di seluruh pangkalan elpiji bersubsidi isi 3 kilogram termasuk juga dengan di SPBU juga akan tersedia semua,'' katanya.
Pihaknya menargetkan pada akhir tahun 2017 varian Bright Gas isi 5,5 kilogram akan tersedia lebih dari 2.300 outlet di seluruh provinsi ujung paling barat Indonesia itu.
''Kami juga berharap masyarakat yang berpenghasilan cukup untuk menggunakan varian non subsidi tidak menggunakan elpiji bersubsidi isi 3 kilogram,'' katanya. (Adv)
Uploader : Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.