Moskow (ANTARA) - Spanyol tidak akan mendukung intervensi eksternal apa pun di Venezuela yang melanggar hukum internasional dan berisiko meningkatkan ketegangan regional, kata Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez, Sabtu.
“Spanyol belum mengakui rezim [Presiden Venezuela Nicolas] Maduro. Namun, kami juga menentang setiap intervensi yang melanggar hukum internasional dan mendorong kawasan ini menuju ketidakpastian dan militerisme,” kata Sanchez melalui platform X.
Sanchez kemudian mendesak semua pihak untuk mengedepankan kepentingan rakyat, menghormati prinsip-prinsip Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), serta berupaya membangun proses transisi yang adil dan berbasis dialog.
Pada Sabtu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa AS telah melancarkan serangan besar-besaran terhadap Venezuela, serta bahwa Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, telah ditangkap dan dibawa keluar dari negara tersebut.
Sejumlah media melaporkan adanya ledakan di Caracas dan mengklaim bahwa operasi tersebut dilakukan oleh anggota unit elite Delta Force.
Sumber: Sputnik-OANA
