Aceh Tamiang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang mulai menyalurkan bantuan Dana Tunggu Hunian (DTH) perdana kepada 259 kepala keluarga (KK) yang kehilangan tempat tinggal untuk tiga bulan ke depan sebesar Rp1,8 juta terhitung Januari, Februari dan Maret 2026.
"Tercatat 259 KK telah menerima bantuan DTH perdana sebesar Rp600 ribu per bulan. Pada tahap ini, DTH disalurkan sekaligus untuk masa tiga bulan dengan nominal Rp1,8 juta per KK," kata Bupati Aceh Tamiang, Armia Fahmi, di Aceh Tamiang, Rabu.
Armia menjelaskan, korban bencana banjir bandang penerima DTH berasal dari tiga kecamatan, yakni Banda Mulia, Kejuruan Muda dan Bendahara.Bantuan tersebut bersumber dari Dana Siap Pakai (DSP) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), yang dialokasikan untuk membantu masyarakat kehilangan rumah (hanyut) atau kategori rusak berat.
"Pemerintah sangat memahami bahwa kehilangan tempat tinggal merupakan beban yang sangat berat. Penyerahan DTH adalah wujud nyata kehadiran negara dalam mendampingi masyarakat menghadapi masa sulit ini bersama-sama," ujarnya.
Baca juga: Polres Aceh Tamiang salurkan bantuan pendidikan kepada pelajar
DTH tersebut, lanjut Armia, merupakan stimulan untuk memenuhi kebutuhan hunian selama proses pemulihan berlangsung. Bantuan ini diharapkan dapat dipergunakan sebagai penyambung kebutuhan tempat tinggal sementara proses percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi (PRR) pascabencana.
Kemudian, dirinya menginstruksikan para camat dan BPBD agar terus mendampingi warga dalam proses administrasi. Terutama untuk validasi data agar seluruh bantuan tepat sasaran kepada warga yang benar-benar membutuhkan.
"Saya berpesan pastikan proses verifikasi valid dan akurat. Jangan sampai ada hak masyarakat yang terlewatkan. Untuk rumah yang mengalami rusak berat, kita sedang mengupayakan langkah berikutnya, termasuk koordinasi bantuan stimulan hingga Rp60 juta untuk pembangunan kembali," tegasnya.
Armia menambahkan, penyaluran DTH ini difokuskan bagi masyarakat yang saat ini tidak berada di fasilitas hunian sementara (Huntara) maupun hunian tetap (Huntap), sebagai solusi cepat dalam memenuhi kebutuhan sandang dan papan korban bencana.
"Ketiga kecamatan yang menjadi penerima tahap awal DTH, kita nilai paling responsif dan paling cepat dalam mengirimkan kelengkapan data administrasi serta hasil verifikasi warga terdampak," kata Armia Fahmi.
Sementara itu, Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Aceh Tamiang, Iman Suhery mengatakan, untuk penerima DTH tiga kecamatan itu sebanyak 270 KK, tetapi yang baru masuk datanya 259 KK, dan tersisa 11 KK lagi.
"270 KK tersebut merupakan pengungsi dari Kecamatan Kejuruan Muda 150 KK, Bendahara 105 KK dan Banda Mulia 15 KK. 11 KK lagi tetap terakomodir, mereka masih melakukan penyempurnaan administrasi yang belum lengkap," kata Iman Suhery.
Ia menambahkan, pada pekan depan Pemkab Aceh Tamiang bakal mengusulkan kembali bantuan DTH tahap dua dengan jumlah penerima sebanyak 314 KK, difokuskan untuk Kecamatan Tenggulun dan Kecamatan Tamiang Hulu.
Baca juga: Pamit pergi berobat, dua warga Aceh Tamiang diduga hilang tersesat
Pewarta: Dede HarisonEditor : Febrianto Budi Anggoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026