Banda Aceh (ANTARA) - Taman bacaan masyarakat (TBM) di bawah pengelolaan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Rumah Baca Aneuk Nanggroe (Ruman) Aceh membuka layanan pojok keacehan guna meningkatkan literasi masyarakat.

Pembina PKBM Ruman Aceh Ahmad Arif di Banda Aceh, Selasa, mengatakan pojok keacehan tersebut merupakan pustaka berisi koleksi bacaan yang semuanya tentang Aceh.

"Pojok keacehan tersebut berisi koleksi bacaan dari pustaka komunitas di PKBM Ruman Aceh, baik buku, jurnal, majalah, dan lainnya, yang merupakan karya asli warga Aceh maupun bukan, yang berisi tentang Aceh dalam berbagai perspektif dan lintas keilmuan," katanya.

Pustaka pojok Aceh tersebut berdasar di pusat kegiatan PKBM Ruman Aceh di Gampong Punge Blang Cut, Kecamatan Jaya Baru, Kota Banda Aceh. Pojok keacehan tersebut dibuka untuk umum. 

Setiap pengunjung, selain gratis membaca di tempat, juga bisa meminjam secara gratis. Tidak ada syarat administratif apa pun dan hanya kepercayaan, kejujuran serta bertanggung jawab.

Ahmad Arif mengatakan bahan bacaan pojok keacehan tersebut terhimpun setelah menyortir belasan lemari di ruang pustaka dan belasan kardus di gudang PKBM Ruman Aceh selama dua bulan. Kemudian, didata para relawan ke dalam data khusus pojok keacehan.

"Ada beberapa hal melatarbelakangi inisiatif pembukaan pojok keacehan tersebut, di antara banyak pengunjung program wisata buku yang menanyakan bacaan keacehan," katanya.

Ia menyebutkan program wisata buku tersebut dengan nama Minggu Baca Rame-rame (Mibara). Program Mibara berlangsung setiap hari minggu di Lapangan Blangpadang, Kota Banda Aceh.

Menurut Ahmad Arif, pembukaan pojok keacehan tersebut untuk menjembatani asupan referensi terhadap bangkitnya kesadaran identitas keacehan yang terlihat dari para pengunjung Mibara pada setiap edisi sejak dua tiga tahun terakhir.

"Selain itu, pembukaan pojok keacehan ini bertujuan meningkatkan literasi masyarakat, terutama terhadap bahan bacaan menyangkut Aceh," kata Ahmad Arif.

Ahmad Arif menyebutkan hingga kini koleksi pojok keacehan TBM Ruman Aceh berisi 605 judul dengan total 805 eksemplar bahan bacaan. Termasuk di dalamnya terbitan lawas karya cendekiawan, intelektual dan atau ulama Aceh masa lalu. 

Koleksi bahan bacaan tersebut berasal dari sumbangan warga Aceh maupun bukan serta koleksi pribadi. Koleksi pribadi tersebut ada yang diantar ke lapak Mibara di Lapangan Blangpadang, ada pula yang diantar sendiri atau dikirim ke pusat kegiatan PKBM Ruman Aceh. 

"Juga ada yang dijemput ke rumah penyumbangnya di seputaran Banda Aceh dan Aceh Besar. Kami juga pernah membuka donasi untuk membeli buku-buku keacehan kepada seorang penjual buku di Lhokseumawe," kata Ahmad Arif.



Pewarta: M.Haris Setiady Agus
Editor : M Ifdhal

COPYRIGHT © ANTARA 2026