Simeulue (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Simeulue, menyatakan belum ada laporan kerusakan akibat gempa dengan magnitudo 6,4 di kabupaten kepulauan di Provinsi Aceh tersebut.

"Sampai saat ini, belum ada laporan kerusakan akibat gempa bumi. Kami masih menunggu laporan dari pihak kecamatan," kata Kepada BPBD Kabupaten Simeulue Zulfadli di Simeulue, Selasa.

Sebelumnya, gempa dengan magnitudo 6,4 mengguncang tenggara Kabupaten Simeulue yang berada di Samudra Hindia tersebut pada Selasa (3/3) sekira pukul 11.56 WIB.

Berdasarkan laporan Badan Meteorologi klimatologi dan Geofisika (BMKG), kata Zulfadli, posisi gempa berada pada 1.93 Lintang Utara (LU), 96.48 Bujur Timur (BT) dengan kedalaman 13 kilometer.

Zulfadli menyebutkan selang beberapa saat setelah terjadi gempa 6,4, terjadi gempa susulan dengan magnitudo 3.2. Posisi gempa 2.31 Lintang Utara (LU), 96.62 Bujur Timur (BT) dengan kedalaman 19 kilometer di wilayah tenggara Simeulue.

Baca: BMKG: Aceh alami 1.556 kejadian gempa bumi sepanjang 2025

"Gempa dirasakan di sejumlah wilayah di sekitar Kabupaten Simeulue. Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak terpancing informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan," katanya.

Zulfadli meminta warga untuk terus memantau informasi resmi yang dikeluarkan BMKG serta BPBD Kabupaten Simeulue serta mengikuti arahan pemerintah daerah setempat.

"Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan waspada. Masyarakat jangan terpancing dengan informasi yang belum dapat dipertanggungjawabkan," kata Zulfadli.

Ratna Dewi, warga Desa Suak Bulu, Kecamatan Simeulue Timur, Kabupaten Simeulue, mengatakan dirinya bersama sejumlah warga lainnya sempat panik dan berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri saat guncangan terasa cukup kuat. 

"Gempanya lumayan kuat terasa dalam beberapa detik. Kami langsung keluar dari rumah. Sejumlah peralatan rumah tangga berjatuhan akibat gempa tadi," kata Ratna Dewi.

Baca: BPBD: Kerugian akibat gempa bumi di Simeulue capai Rp121,5 miliar



Pewarta: Ade Irwansah
Editor : M.Haris Setiady Agus

COPYRIGHT © ANTARA 2026