Aceh Timur (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Aceh Timur menyatakan sebanyak delapan jembatan bailey dibangun di daerah itu guna mempercepat pemulihan infrastruktur pascabanjir 

Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky di Aceh Timur, Sabtu, mengatakan pembangunan jembatan sementara itu untuk membuka kembali konektivitas wilayah pascabencana akhir November 2025.

"Bencana banjir akhir November 2025 membuat banyak jembatan putus. Pembangunan jembatan bailey untuk membuka kembali konektivitas wilayah pascabanjir," katanya. 

Bupati menyebutkan jembatan bailey pertama yang rampung ada di Desa Baroh Bugeng, Kecamatan Nurussalam. Jembatan tersebut sudah difungsikan melayani akses masyarakat.

"Dengan berfungsinya jembatan bailey di Baroh Bugeng, konektivitas antardesa di Kecamatan Nurussalam mulai kembali normal. Ini tentu berdampak langsung pada perputaran ekonomi masyarakat," katanya.

Selain di Baroh Bugeng, Iskandar Usman menyebutkan jembatan bailey juga dibangun di Desa Seuneubok Rambong, Kecamatan Nurussalam. Pembangunan jembatan tersebut ditargetkan selesai dalam waktu dekat, sehingga aktivitas warga pascabencana kembali lancar.

Baca: Pemkab Aceh Timur siapkan pembangunan 1.046 huntara

Sedangkan enam jembatan lainnya juga segera dibangun. Saat ini, proses pembangunnya masih berada dalam tahap survei, khususnya terkait kondisi tanah di lokasi. 

"Survei ini untuk memastikan jenis jembatan yang paling tepat dan aman digunakan di masing-masing titik. Apabila hasil survei menunjukkan lokasi tidak memungkinkan dibangun jembatan bailey, maka digunakan alternatif jembatan aramco," kata Iskandar Usman Al-Farlaky.

Bupati menambahkan seluruh proses pembangunan jembatan tersebut dilaksanakan dengan dukungan TNI Angkatan Darat sebagai bagian dari upaya percepatan penanganan dampak bencana. Pembangunan jembatan darurat ini bersumber dari Kementerian Pertahanan.

Iskandar Usman mengharapkan dengan selesainya pembangunan jembatan tersebut, akses masyarakat menuju pusat pemerintahan, layanan publik, serta pusat-pusat perekonomian dapat kembali terbuka.

"Percepatan pembangunan jembatan diharapkan mampu menggerakkan kembali roda perekonomian masyarakat. Dengan akses yang lancar, distribusi orang dan barang akan lebih mudah, sehingga aktivitas ekonomi warga bisa pulih secara bertahap," kata Iskandar Usman Al-Farlaky.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Timur Syahrizal Fauzi mengatakan ada sebanyak 174 unit jembatan dilaporkan rusak akibat banjir 

"Kerusakan bervariasi, mulai ringan hingga berat, sehingga mengganggu akses transportasi dan aktivitas masyarakat. Sebagai langkah darurat, delapan jembatan bailey dibangun untuk membantu mobilitas masyarakat di titik-titik terdampak," kata Syahrizal Fauzi. 

Baca: Akses Aceh Timur-Gayo Lues terputus akibat banjir hampir pulih



Pewarta: Hayaturrahmah
Editor : M.Haris Setiady Agus

COPYRIGHT © ANTARA 2026