Aceh Tamiang (ANTARA) - Asosiasi Instalasi Gas Medik Indonesia (AIGMI) menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa sistem instalasi gas medik senilai Rp1,16 miliar untuk RSUD Muda Sedia Kabupaten Aceh Tamiang yang terdampak bencana banjir.

"Kami hadir untuk menyerahkan donasi yang saat ini sudah terpasang di ruang ICU, OK (kamar operasi), dan ruang Sempa. Gas medis memiliki peran vital bagi keselamatan pasien," kata Ketua Umum AIGMI, Deviatri Syam, di Aceh Tamiang, Jumat.

Deviatri menjelaskan, proses pemulihan instalasi telah dilakukan sejak 15 Desember 2025. Berdasarkan pemetaan Kemenkes, RSUD Muda Sedia merupakan fasilitas kesehatan dengan kerusakan terparah akibat bencana banjir.

Baca juga: SPN dan BAIS TNI salurkan bantuan sembako untuk korban banjir Aceh Tamiang
 

Adapun donasi senilai Rp1,162 miliar tersebut meliputi perbaikan jaringan distribusi, penyediaan sistem sentral kompresor gas medik, sentral vakum medik, perbaikan sistem manifold oksigen dan N2O, hingga pengadaan puluhan unit flowmeter serta suction regulator.

"Gas medis bukan sekadar utilitas, melainkan bagian dari sistem penunjang hidup (life support system). Kami berharap fasilitas ini membuat RSUD lebih siap memberikan pelayanan darurat yang andal," ujar Deviatri.

Sementara itu, Direktur RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang, dr Andika Putra mengapresiasi atas dukungan dari Asosiasi Instalasi Gas Medik Indonesia (AIGMI) dalam membantu memulihkan fasilitas vital di rumah sakit tersebut.

"Bencana banjir beberapa waktu lalu berdampak signifikan pada instalasi gas medis kami. Hal ini sangat mempengaruhi pelayanan kesehatan karena gas medis adalah komponen vital untuk menunjang tindakan di ruang intensif seperti ICU dan OK (kamar operasi)," kata Andika.

Ia menuturkan, keberadaan sistem instalasi yang andal merupakan kebutuhan mendesak agar masyarakat Aceh Tamiang bisa kembali mendapatkan pelayanan medis yang optimal secara mandiri di RSUD plat merah tersebut.

Andika menambahkan, sebelum adanya perbaikan dan bantuan sentral oksigen dari AIGMI, rumah sakit terpaksa merujuk seluruh pasien yang membutuhkan penanganan intensif ke fasilitas kesehatan lain.

"Sebelum ada perbaikan ini, praktis semua pasien yang membutuhkan pelayanan intensif harus kami rujuk. Alhamdulillah, dengan bantuan dan perbaikan instalasi ini, pelayanan vital tersebut kini kembali pulih," demikian dr Andika.


Baca juga: BFLF Indonesia salurkan zakat tunai untuk korban bencana banjir Aceh Tamiang



Pewarta: Dede Harison
Editor : Febrianto Budi Anggoro

COPYRIGHT © ANTARA 2026