Aceh Tamiang (ANTARA) - Warga Desa Kuala Pusung Kapal, Kecamatan Seruway, Kabupaten Aceh Tamiang, mengevakuasi dua ekor lumba-lumba yang terdampar di alur air dangkal dekat kawasan tambak pemukiman warga.
Sekretaris Desa (Sekdes) Kuala Pusung Kapal Yudi Amri di Aceh Tamiang, Jumat, mengatakan bahwa kedua mamalia laut tersebut ditemukan nelayan di alur sekitar hutan bakau. Evakuasi berlangsung Jumat (6/3) pagi.
"Warga menemukan dua ekor lumba-lumba terdampar di dekat tambak yang terbengkalai. Kondisinya lemas karena air surut dan diduga kekurangan oksigen di perairan dangkal," katanya.
Ada dugaan seekor lumba-lumba sempat tersangkut jaring nelayan sebelum akhirnya tersesat ke kawasan hutan bakau dan terjebak saat air surut. Saat ini, kedua lumba-lumba berhasil diarahkan menuju laut lepas.
Proses evakuasi dilakukan secara manual dengan menunggu air pasang. Karena kondisi air dangkal, sejumlah warga turun ke air menggendong dan mendorong tubuh lumba-lumba diperkirakan berukuran lebih dari dua meter.
Warga secara bergantian memandu satwa tersebut menelusuri paluh (alur air) sejauh ratusan meter menuju perairan yang lebih dalam guna mengarahkan kembali ke muara laut Aceh Tamiang.
Baca: Seekor lumba-lumba terdampar dalam keadaan luka di Aceh Selatan
Setelah dipandu dengan cara didorong perlahan menuju air dalam, kondisi lumba-lumba yang tadinya lemas mulai membaik. Kami berupaya memastikan keduanya bisa selamat kembali ke habitatnya.
"Proses evakuasi berlangsung empat jam karena ukuran lumba-lumbanya besar sekitar 200 kilo lebih. Kalau panjangnya, yang satu mencapai 2,5 meter dan satu lagi sekitar dua meter. Sepertinya, sepasang jantan dan betina," kata Yudi Amri.
Camat Seruway Rusni Devi A Manullang mengatakan dirinya sudah menerima laporan terkait penyelamatan dua ekor mamalia laut tersebut oleh warga Desa Kuala Pusung Kapal.
"Kami mengapresiasi aksi cepat nelayan dan warga yang bahu-membahu mengarahkan kembali satwa itu ke habitatnya. Warga sempat kesulitan, tetapi berhasil dievakuasi saat air mulai pasang," kata Rusni Devi.
Mengenai penyebab terdamparnya satwa dilindungi tersebut, kata dia, pihak kecamatan belum bisa memastikan apakah lumba-lumba itu tersesat saat mencari makan atau akibat faktor cuaca.
"Kami belum tahu pasti penyebab ikan lumba-lumba masuk ke area tambak, yang utama adalah penanganan cepat dari warga telah berhasil menyelamatkan nyawa satwa tersebut," kata Devi.
Baca: BKSDA evakuasi orang utan dari perkebunan warga Aceh Tamiang
Pewarta: Dede HarisonEditor : M.Haris Setiady Agus
COPYRIGHT © ANTARA 2026