Aceh Tengah (ANTARA) - Pembangunan jembatan bailey penghubung dua kecamatan yakni Kecamatan Silih Nara dan Kecamatan Rusip Antara Kabupaten Aceh Tengah akhirnya rampung, sehingga 16 desa yang sebelumnya terisolir pascabencana sudah terakses kembali.
"Pascabencana daerah ini terisolir, ada sekitar 16 desa yang terdampak. Hari ini semuanya sudah bisa dilewati," kata Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga, di Aceh Tengah, Selasa.
Jembatan tersebut sejak lama dikenal oleh masyarakat setempat dengan sebutan Totor Pelang atau Jembatan Pelang. Perannya sangat vital sebagai penghubung antar wilayah dan urat nadi perekonomian masyarakat setempat.
Namun, bencana banjir bandang pada akhir November 2025 telah merobohkan jembatan tersebut. Dampaknya desa-desa di wilayah itu terisolasi total.
Kini, kata Haili, Totor Pelang sudah kembali difungsikan sehingga aktivitas ekonomi masyarakat mulai kembali pulih, distribusi hasil pertanian tak lagi terkendala, akses pendidikan, dan layanan kesehatan kembali dapat dijangkau.
Baca: Jubir: 24 desa di Aceh Tengah masih terisolir
"Hari ini masyarakat bahagia, karena sudah bisa lewat. Ekonomi mulai bergerak kembali. Ini adalah harapan masyarakat sejak awal pascabencana dan hari ini mulai terwujud," ujarnya.
Pembangunan jembatan ini dilakukan atas kerjasama antara Kementerian PUPR, TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat setempat.
Masyarakat diimbau untuk mematuhi ketentuan penggunaan jembatan ini karena memiliki akses terbatas yakni batas maksimum beban adalah 15-20 ton.
Sementara untuk pembangunan jembatan permanen, lanjut Bupati Haili Yoga, juga bakal segera dilakukan sebagai solusi jangka panjang.
"Mohon ini dijaga bersama. Jika ada kendaraan yang melebihi tonase, harus tegas. Ini jalan kita bersama. Pengawasan dari masyarakat sangat penting," demikian Haili Yoga.
Baca: Hubungan dua desa terdampak banjir di Pidie Jaya kembali terakses
Pewarta: Kurnia MuhadiEditor : M.Haris Setiady Agus
COPYRIGHT © ANTARA 2026