Banda Aceh (ANTARA) - Konektivitas dua gampong di Kecamatan Meurah Dua dan Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh, yang terdampak bencana kembali terhubung setelah selesainya pembangunan jembatan gantung di wilayah tersebut.

Informasi dihimpun di Pidie Jaya, Jumat, jembatan gantung tersebut menghubungkan Gampong Seunong di Kecamatan Meurah Dua dan Gampong Blang Awe di Kecamatan Meureudu.

Sebelum bencana banjir bandang akhir November 2025, dua gampong atau desa tersebut terhubung oleh jembatan yang membentang dua sisi di Krueng (sungai) Meureudu.

Namun, banjir bandang membuat jembatan tersebut terputus. Belasan rumah di bagian wilayah Gampong Seunong ambruk dibawa banjir serta satu sekolah yakni MIN 5 Pidie Jaya yang tersisa hanya bagian beton pagar. Sedangkan semua bangunan sekolah ambruk diterjang banjir bandang

Dari papan informasi yang dipasang di kepala jembatan terpampang logo Kementerian Pertahanan, Kodam Iskandar Muda, dan Vertical Resceu Indonesia.

Sementara itu, informasi lainnya menyebutkan pembangunan jembatan tersebut bagian dari Ekspedisi 1.000 Jembatan Gantung untuk Indonesia. Jembatan gantung tersebut dengan nama Jembatan Garuda.

Jembatan terbuat dari tali sling atau kabel baja yang diikat dari kedua sisi. Lantai jembatan dari kayu yang diperkuat dengan rangka besi. Kemudian, di sisi kanan kiri jembatan dipasangi kawat jaring.

Penggunaan jembatan gantung dibatasi maksimal tiga orang, satu sepeda motor bergantian, tidak membawa beban berlebihan, serta tidak berlari saat melintasi.

Abdullah (60), warga Gampong Seunong, mengatakan jembatan gantung tersebut sudah dilewati sejak 10 hari lalu. Jembatan tersebut hanya bisa dilalui sepeda motor dan pejalan kaki.

"Yang penting bagi kami saat ini, akses kedua desa kembali terhubung setelah jembatan sebelum dibawa banjir. Jembatan gantung sepanjang 150-an meter tersebut dibangun tentara," kata Abdullah.



Pewarta: M.Haris Setiady Agus
Editor : M Ifdhal

COPYRIGHT © ANTARA 2026