Aceh Barat (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Barat bersama tim gabungan terus berupaya melakukan penyekatan jalur api sebagai upaya mencegah meluasnya sebaran api di lokasi kebakaran lahan, yang berada sekitar 800 meter dari permukiman masyarakat.

“Saat ini fokus penanganan  lebih ke penyekatan  arah penjalaran api yang mengarah ke  lokasi  prioritas  penyelamatan, seperti pemukiman  atau  wilayah   perkebunan milik masyarakat,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Kabupaten Aceh Barat Teuku Ronald di Meulaboh, Kamis.

Seperti diketahui, penyekatan jalur api atau sekat bakar (firebreak) merupakan metode yang digunakan dalam pengelolaan kehutanan dan pemadaman kebakaran lahan (karhutla) untuk mencegah api merambat lebih luas. 

Dengan adanya penyekatan tersebut, kata dia, diharapkan dapat memperlambat laju api karena sekat bakar dapat bertindak sebagai penghalang fisik, karena dapat menghilangkan bahan bakar seperti vegetasi/ranting kering hingga mencapai tanah mineral untuk menghentikan atau memperlambat penyebaran api.

Baca: Karhutla berulang, ini desakan LSM ke polisi

Sehingga nantinya dapat semakin mempermudah pemadaman yang saat ini masih terus dilakukan oleh petugas BPBD Aceh Barat bersama tim gabungan, dalam melakukan upaya pemadaman.

BPBD Aceh Barat juga berharap penyekatan api juga dapat mengurangi dampak kerusakan akibat bencana alam kebakaran lahan yang saat ini terjadi, dan dapat diharapkan dapat melindungi keanekaragaman hayati, tanah, dan infrastruktur dengan memperkecil ukuran total area yang terbakar. 

Teuku Ronald mengatakan pihaknya juga telah mengusulkan operasi modifikasi cuaca (OMC) kepada Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), sebagai upaya mencegah semakin meluasnya kebakaran lahan di kawasan tersebut yang saat ini sudah meluas mencapai 10 hektare.

Dengan adanya operasi modifikasi cuaca, BPBD Kabupaten Aceh Barat berharap nantinya dapat meningkatkan intensitas curah hujan, sehingga kebakaran lahan yang saat ini sudah mencapai 10 hektare dapat segera teratasi.

Ia mengatakan upaya pemadaman  yang efektif perlu dilakukan dengan intervensi percepatan pembasahan  lahan  (rewetting) secara  massif, guna  mematikan  bara api di kedalaman  gambut yang tidak terjangkau  semprotan  air manual, demikian Teuku Ronald.

Baca: Kebakaran lahan di Aceh Barat capai sepuluh hektare



Pewarta: Teuku Dedi Iskandar
Editor : M.Haris Setiady Agus
COPYRIGHT © ANTARA 2026