Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto menanggapi serius kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus. 

Orang nomor satu di Republik Indonesia itu menilai, tindak kriminal tersebut merupakan bentuk teror sehingga harus diusut tuntas agak memberi rasa aman bagi publik.

"Ini adalah terorisme. Ini tindakan biadab. Harus kita kejar. Harus kita usut. Harus kita usut!," kata Prabowo dalam sesi tanya jawab bersama para jurnalis, Kamis.

Baca juga: Ketegasan TNI dan Ujian Integritas Penegakan Hukum Nasional
 

Presiden meminta proses hukum pada kasus penyiraman air keras itu harus mampu mengungkap aktor intelektual di balik peristiwa tersebut. Jangan tanggung-tanggung, otak pelaku yang mendanai pelaku penyiraman harus diungkap.

"(Termasuk) siapa yang menyuruh, siapa yang membayar," tegas Prabowo.

Negara tidak akan menolerir segala bentuk kekerasan terhadap warga negara, termasuk terhadap aktivis yang menyuarakan kritik. Jika ada keterlibatan aparat dalam kasus kekerasan itu, lanjut Presiden, maka proses hukum harus berjalan tanpa "pandang bulu".

"Ya jelas dong (kalau itu dari aparat). Tidak akan! (ada impunitas). Saya menjamin!” ujar Presiden.

Diketahui, Polri bersama Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI telah mengamankan empat oknum prajurit TNI yang diduga terlibat dalam aksi penyiraman air keras tersebut.

Komandan Puspom TNI Mayjen Yusri Nuryanto menyampaikan bahwa para terduga pelaku terdiri dari tiga perwira dan satu bintara.

 

Baca juga: KontraS: Usut menyeluruh kasus penyiraman air keras Andrie Yunus



 

Pewarta: Prisca Triferna Violleta
Editor : Febrianto Budi Anggoro

COPYRIGHT © ANTARA 2026