Banda Aceh (ANTARA) - Pemerintah Aceh melalui Dinas Perhubungan (Dishub) mencatat tingkat penumpang angkutan mudik maupun arus balik lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah di Aceh mencapai 212,4 ribu orang dari semua moda transportasi umum baik darat, laut maupun udara.

"Ini menunjukkan bahwa mobilitas masyarakat selama lebaran tidak hanya didominasi kendaraan pribadi, tetapi juga didukung oleh angkutan umum di semua moda yang tetap tinggi," kata Kepala Dishub Aceh, T Faisal dalam jumpa pers angkutan Idul Fitri, di Banda Aceh, Senin.

Dirinya menyebutkan, jumlah pemudik yang menggunakan jasa angkutan umum tersebut yakni, pergerakan penumpang via darat tercatat 107.648 orang atau meningkat 15,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Puncak pergerakan terjadi pada 17 Maret 2026 dengan jumlah 9.285 penumpang. Pergerakan ini dilayani melalui terminal tipe A, yaitu Terminal Batoh, Lhokseumawe, Paya Ilang, Langsa, dan Meulaboh, serta terminal tipe B di antaranya Sigli, Aceh Tamiang, Calang, Abdya, Aceh Selatan, Aceh Singkil, Bireuen, dan Terminal L300 Lueng Bata.

Sementara itu, pada angkutan laut tercatat 65.703 penumpang, turun 0,2 persen dari tahun sebelumnya, puncak pergerakan terjadi pada 28 Maret 2026 dengan 7.414 penumpang. Pergerakan penumpang laut dilayani melalui pelabuhan penyeberangan Ulee Lheue, Balohan, Lamteng, Calang, Labuhan Haji, Sinabang, Singkil, dan Pulau Banyak.

Untuk angkutan udara, total pergerakan penumpang tercatat 40.887 orang atau meningkat 2,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Puncak arus terjadi pada 14 Maret 2026 dengan 3.071 penumpang. 

Baca: Dapat mudik gratis ke Aceh, Pemudik kembali diberangkatkan ke Jakarta

"Pergerakan ini dilayani melalui Bandara Sultan Iskandar Muda, Malikussaleh, Rembele, Cut Nyak Dhien, dan Lasikin, serta didukung bandara perintis," ujarnya.

Selain itu, Faisal juga menyampaikan bahwa pergerakan mobil pribadi dan umum saat mudik dan arus balik lebaran 2026 ini juga meningkat di ruas Tol Sigli-Banda Aceh (Sibanceh) yang mencapai 201.670 kendaraan selama periode angkutan lebaran, naik 20 persen dari tahun sebelumnya.

Kondisi ini, lanjut dia, dipicu oleh beroperasinya akses tol hingga seksi Padang Tiji yang mempermudah konektivitas masyarakat menuju Banda Aceh maupun sebaliknya.

"Akses yang lebih cepat dan efisien tersebut mendorong meningkatnya arus kunjungan, baik untuk keperluan mudik maupun wisata ke berbagai daerah di Aceh," katanya.

Ia mengatakan, tingginya pergerakan kendaraan ini mencerminkan mobilitas masyarakat yang sangat dinamis, terutama dengan dukungan infrastruktur jalan tol yang semakin memadai.

Menurutnya, pergerakan penumpang selama periode lebaran tersebut masih berpotensi lebih besar jika diakumulasikan dengan pengguna kendaraan pribadi di seluruh ruas jalan di tanah rencong.

"Pergerakan kendaraan pada masa mudik dan arus balik lebaran tahun ini sangat tinggi. Kehadiran tol sangat membantu distribusi perjalanan masyarakat sehingga arus lalu lintas dapat terurai dengan lebih baik," demikian Faisal.

Baca: Kapolda Aceh pastikan arus balik Idul Fitri 1447 H lancar



Pewarta: Rahmat Fajri
Editor : M.Haris Setiady Agus

COPYRIGHT © ANTARA 2026