Aceh Barat (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Aceh Barat memastikan akan melakukan razia terhadap siswa dan pelajar yang membolos saat jam belajar berlangsung, dengan memerintahkan personel Satpol PP untuk melakukan razia di sejumlah lokasi rawan bolos sekolah.
“Saya minta Satpol PP tidak hanya mengawasi ASN saat jam kerja, tetapi juga menertibkan anak sekolah yang berkeliaran di luar sekolah saat jam pelajaran berlangsung,” kata Bupati Aceh Barat Tarmizi kepada wartawan di Meulaboh, Jumat.
Ia mengatakan, fenomena pelajar yang bolos dan menghabiskan waktu di warung kopi untuk bermain game online atau merokok, menjadi alasan utama langkah ini diambil.
Tarmizi mengatakan razia tersebut juga bertujuan untuk mendisiplinkan generasi muda, agar tidak berada di luar sekolah saat jam belajar, sekaligus memberi efek jera agar siswa maupun pelajar tidak berani lagi membolos.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat juga mengimbau para orang tua agar lebih waspada dalam memantau aktivitas anak, terutama penggunaan gawai (handphone) di malam hari.
“Setiap orang tua diminta memastikan anak-anak benar-benar tidur di malam hari dan tidak begadang bermain HP di dalam kamar,” katanya.
Menurutnya, kebiasaan begadang pada malam hari, dinilai menjadi pemicu anak malas berangkat sekolah, terlambat, hingga akhirnya memilih membolos ke warung-warung.
Pemerintah Kabupaten Aceh Barat juga akan duduk bersama Dinas Pendidikan untuk menyosialisasikan regulasi ini agar tidak terjadi salah paham saat tindakan penertiban dilakukan di lapangan.
"Razia ini demi masa depan mereka. Orang tua harus sangat waspada dan jangan lengah memantau anak-anaknya," tutup Tarmizi.
Pewarta: Teuku Dedi IskandarEditor : Febrianto Budi Anggoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026