Banda Aceh (ANTARA) - Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Rumah Baca Aneuk Nanggroe (RUMAN) Aceh membagikan 150 buku kepada masyarakat dalam momentum memeriahkan Hari Buku Nasional 2026.

Koordinator Relawan TBM Ruman Aceh Sabdi di Banda Aceh, Minggu, mengatakan pembagian buku tersebut berlangsung dalam kegiatan Minggu Baca Rame-rama (Mimbara) Ruman Aceh di Lapangan Blang Padang, Kota Banda Aceh.

"Mimbara merupakan program mingguan TBM Rumah Aceh. Pada Minggu (17/5) merupakan Edisi ke 353. Dalam kegiatan tersebut, kami membagikan 150 buku gratis dalam rangka memeriahkan Hari Buku Nasional 2026," katanya.

Sabdi menyebutkan buku yang dibagikan tersebut berasal dari tiga penyumbang, di antaranya dari Bidang Politik Dalam Negeri Badan Kesatuan Bangsa Politik (Kesbangpol) Aceh.

"Pembagian buku tersebut juga bagian dari kesyukuran atas milad ke 12 Mimbara TBM Ruman Aceh. Program Mimbara ini perdana digelar pada 18 Mei 2014 sebagai ikhtiar menjemput bola dalam meningkatkan minat baca dan membuka akses bacaan gratis kepada masyarakat dengan anak-anak sebagai prioritas," kata Sabdi. 

Sementara itu, Pendiri dan Pembina Ruman Aceh Ahmad Arif mengatakan pihaknya memberi hadiah khusus kepada tiga pengunjung dengan peminjaman bacaan terbanyak setahun terakhir. Hadiah ini dalam rangka ulang tahun ke 12 program Mimbara.

"Sejak edisi perdana Mimbara 12 tahun lalu, kami membolehkan setiap pengunjung meminjam lima bacaan sekaligus selama seminggu secara gratis tanpa syarat administrasi apa pun. Modalnya hanya saling percaya, saling jujur dan saling bertanggungjawab," kata Ahmad Arif.

Kemudahan itu, kata dia, dimanfaatkan oleh keluarga yang progresif cara berpikirnya dengan meminjam puluhan buku dalam satu edisi Mimbara karena keluarga tersebut terdiri dari enam atau bahkan delapan orang. 

Hurun dan keluarganya, kata dia, menjadi peminjam terbanyak dengan 785 bacaan. Menyusul kemudian keluarga Khalil dengan 570 bacaan dan keluarga Alicia sebanyak 224 bacaan. 

"Mengapresiasi hal tersebut, Ruman Aceh menghadiahkan setiap keluarga bingkisan berisi tiga buku, alat penanda bacaan beserta pulpen dan spidol," katanya.

Ahmad Arif mengatakan program Mimbara merupakan pustaka gratis di ruang terbuka. Program ini merupakan duplikasi dari TBM Rumah Baca Gang Mesjid di Jombang, Jawa Timur,  setiap hari Minggu di alun-alun kantor bupati setempat.

"Konsep pustaka di ruang terbuka ini sudah diduplikasi berbagai komunitas literasi, di antaranya di Kota Pekan Baru, Riau, oleh keluarga yang pernah empat tahun menjadi pengunjung program tetap Mimbara. Juga ada di Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues, oleh komunitas yang baru terbentuk," kata Ahmad Arif.



Pewarta: M.Haris Setiady Agus
Editor : M Ifdhal

COPYRIGHT © ANTARA 2026