Banda Aceh (ANTARA) - Bupati Aceh Utara Ismail A Jalil memperkuat “kabinet” salah satunya melantik Sekretaris Daerah Kabupaten setempat guna mempercepat penanganan data pascabencana sehingga berbagai bantuan dan program untuk penyintas banjir terakomodir seluruhnya.

“Pelantikan saudara Dayan Albar sebagai Sekdakab telah melewati proses yang panjang dan tentu ini akan dapat mempercepat pendataan penyintas banjir khususnya dan pelaksanaan program yang telah kita canangkan untuk tahun 2026,” kata Bupati Aceh Utara di Lhoksukon, Senin.

Pernyataan itu disampaikan di sela-sela melantik Dayan Albar sebagai Sekdakab definitif, pejabat eselon II dan 143 Pejabat Eselon III dan IV di lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara.

Ia menjelaskan, sebagai pimpinan tertinggi birokrasi di tingkat kabupaten yang membantu bupati dan wakil bupati, Sekdakab harus mampu bergerak cepat dan mengkoordinasikan seluruh instansi terkait dalam mengimplementasikan seluruh program pembangunan untuk menyejahterakan masyarakat termasuk memastikan seluruh penyintas bencana masuk dalam data penerima bantuan.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati yang akrab disapa Ayah Wa yang turut didampingi Wakil Bupati Aceh Utara Tarmizi ikut menyampaikan sejumlah capaian di antaranya telah berhasil memperjuangkan 8.094 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja Paruh Waktu (PPK-PW), penyelesaian bendungan irigasi krueng pase, mengairi lebih 8.922 hektar sawah di sembilan kecamatan di Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe.

Kemudian, dirinya juga telah menyerahkan bantuan tujuh unit armada Ambulans baru bersumber dari APBK dan donatur ke puskesmas, meningkatkan kesejahteraan aparatur gampong, guru dayah dan balai pengajian dan menggalakkan pengajian rutin di setiap Kecamatan dalam sebulan sekali dengan melibatkan Forkopimcam, tokoh agama, Tokoh Adat, Pemuda dan masyarakat serta aparatur gampong.



Pewarta: M Ifdhal
Editor : Febrianto Budi Anggoro

COPYRIGHT © ANTARA 2026