Banda Aceh (Antaranews Aceh) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) setempat menyatakan, titik panas melonjak berjumlah 13 titik sepanjang pekan ini di wilayah Aceh.

"Jika kita lihat, titik panas mengalami tren meningkat. Ada 13 titik sepekan terakhir di Aceh," ucap Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Blangbintang, Aceh, Zakaria di Aceh Besar, Ahad.

Pekan ini, lanjutnya, titik panas mulai meluas penyebarannya yakni dari di Aceh wilayah Tengah, Senin, (26/3), satu titik di Aceh Tengah, menjadi enam titik di wilayah Timur.

Keenam titik panas tersebut dalam dua hari berturut-turut yakni Rabu, (27/3), dan Kamis, (28/3), terdeteksi oleh satelit berada Aceh Timur, dan Aceh Tamiang.

Di Aceh Timur, kata dia, titik panas tersebar secara merata, masing-masing satu titik di lima kecamatan, dan satu titik lagi terpantau di Kecamatan Manyak Payet, Aceh Tamiang.

"Ini jelas berbeda, jika dibanding pekan sebelumnya. Karena total cuma dua titik panas yang muncul di Aceh, sedangkan pekan ini 13 titik panas," terangnya.

Pihaknya meminta kepada instansti untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul masuknya musim kemarau di provinsi paling Barat di Indonesia ini.

"Saat ini, rawan sekali baik hutan dan lahan terutama gambut kering terbakar. Bila sudah terbakar, maka cepat meluas akibat musim kemarau," tegas Zakaria.

Pemerintah Aceh di tahun 2017, memiliki rencana membentuk tim brigade pengendalian kebakaran hutan dan lahan untuk mencegah terjadinya kebakaran terutama di lahan bergambut.

Wakil Gubernur Aceh Nova Iriansyah mengatakan, pemerintah akan menetapkan formulasi tentang pencegahan kebakaran hutan dan lahan sebagaimana yang diarahkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

"Jadi yang penting sekali adalah pencegahan. Sulit sekali dipadamkan kalau api itu besar, dan aspek pencegahan lebih efektif," ujar Nova.
 

Pewarta: Muhammad Said
Uploader : Salahuddin Wahid

COPYRIGHT © ANTARA 2026