Prestasi yang diraih Hurairah membuktikan bahwa atlet Aceh mampu berprestasi di level dunia. Kami berharap prestasi Hurairah mendapat apresiasi dari pemerintah, baik pusat, provinsi, maupun Aceh BesarBanda Aceh (Antaranews Aceh) - Atlet olah raga bela diri hapkido Aceh, Hurairah, yang tergabung dalam tim nasional Hapkido Indonesia, mampu meraih dua medali emas di Kejuaraan dunia di Seoul, Korea Selatan.
"Indonesia meraih 13 emas dan tiga perak, dua di antaranya diraih Hurairah, atlet putra asal Kabupaten Aceh Besar," kata Pengurus Provinsi (Pengprov) Hapkido Aceh Teuku Irwan Djohan di Banda Aceh, Jumat.
Hapkido merupakan olahraga bela diri asal Korea Selatan. Kejuaraan dunia Hapkido 2018 berlangsung 28 dan 29 Juli 2018 di Jung Gu Community Center, Seo, Korea Selatan.
Dalam kejuaraan dunia tersebut, Hurairah meraih dua medali emas untuk kategori nak bop atau lompatan tinggi dan lompatan jauh. Atlet putra asal Aceh Besar tersebut mengalahkan atlet tuan rumah.
"Prestasi yang diraih Hurairah membuktikan bahwa atlet Aceh mampu berprestasi di level dunia. Kami berharap prestasi Hurairah mendapat apresiasi dari pemerintah, baik pusat, provinsi, maupun Aceh Besar," kata Teuku Irwan Djohan.
Sementara itu, Hurairah menuturkan, prestasi yang diraih tersebut merupakan kerja kerasnya selama ini bersama atlet, pelatih serta pengurus hapkido Aceh, dan semua pihak yang telah membantu lainnya.
"Banyak pihak yang membantu saya mengikuti berbagai kejuaraan hapkido, termasuk di kejuaraan dunia di Korea Selatan," kata Hurairah seraya menyatakan dirinya tinggal bersama orang tua di Gampong (desa) Lamtanjung, Sibreh, Aceh Besar.
Hurairah menuturkan, sebelum menjadi atlet hapkido, dirinya sejak madrasah tsanawiyah berlatih taekwondo. Hapkido dan taekwondo hampir sama, namun gerakan hapkido lebih bervariasi.
"Sejak 2016, saya mulai berlatih hapkido di kampus Universitas Islam Negeri Ar Raniry, Darussalam, Banda Aceh," ujar Hurairah yang mengaku ingin kuliah, namun terbentur biaya karena dirinya berasal dari keluarga kurang mampu.
Hurairah mengaku ayahnya hanyalah kuli angkut barang di Pasar Induk Lambaro, Aceh Besar. Sedangkan ibunya, sehari-hari berjualan gorengan di sekitar Taman Rusa, Sibreh, Aceh Besar.
Setelah berlatih hapkido setahun, lanjut dia, dirinya dikirim mengikuti kejuaraan nasional di Yogyakarta. Biaya keberangkatannya berasal dari uang pinjaman ibunya. Keberangkatannya ke Yogyakarta merupakan perjalanannya keluar Aceh yang pertama.
"Di Yogyakarta pada 2017, saya mampu meraih dua medali emas. Kemudian, dikirim ke kejuaraan se Asia Tenggara di Singapura. Saya juga meraih dua medali emas. Saya akan terus berlatih meningkatkan prestasi," kata Hurairah.
Pewarta: M Haris SAEditor : Heru Dwi Suryatmojo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.