Banda Aceh, 25/2 (Antaraaceh) - Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh memiliki fasilitas baru yakni kamar bedah jantung Hybrid dalam rangka  memberikan tindakan medis kepada pasien penderita penyakit jantung di provinsi setempat.
"Kami berharap dengan hadirnya fasilitas baru yang kini di miliki RSUZA Banda Aceh, akan mampu memberikan pelayanan prima untuk tindakan medis pada penderita penyakit jantung," kata  Gubernur Aceh Zaini Abdullah disela-sela meresmikan kamar bedah jantung hybrid di RSUZA Banda Aceh, Selasa.
Dijelaskannya, kehadiran kamar bedah jantung tersebut merupakan salah satu upaya yang dilakukan Pemerintah Aceh untuk meningkatkan pelayanan kesehatan kepada seluruh masyarakat di provinsi ujung paling abrat Indonesia itu.
Ia mengatakan selama ini RSUZA hanya mampu mampu melayani pemasangan ring pada pembuluh darah yang menyempit dan untuk tindakan operasi dilakukan di rumah sakit di Jakarta.
"Alhamdulillah dengan hadrinya alat yang super canggih yang dimiliki RSUZA, maka tindakan opersi sudah dapat dilakukan di Banda Aceh dan masyrakat tidak perlu lagi ke Jakarta bahkan ke luar negeri untuk berobat," katanya.
Disebutkan, saat ini  RSUDZA memiliki 12 spesialis bedah jantung yang pernah magang di Rumah Sakit Jantung Harapan Kita Jakarta dan juga 22 dokter ahli yang pernah bergabung dengan tim operasi bypass jantung Rumah Sakit Narayana India.
"Mereka inilah yang akan menangani pasien jantung di RSUDZA Banda Aceh. Kami berharap mereka dapat bekerja maksimal dalam melakukan berbagai tindakan medis terhadap masyarakat Aceh yang menderita penyakit jatung," kata Zaini.
Ia mengatakan, Aceh merupakan salah satu wilayah di Indonesia dengan tingkat prelevansi penyakit jantung cukup tinggi. RSUZA setiap bulannya menangani mencapai 60 penderita.
"Jumlah pasien yang ditagani tersebut belum termasuk dengan penyakit jantung bawaan bagi anak dengan jumlah 30 sampai 40 kasus perbulan," katanya.
Ia menambahkan untuk menjalani oprasi di Jakarta, pasien juga harus antri dan keluarga pasien harus mengeluarkan biaya yang cukup besar selama berada di ibu kota negera tersebut.
Pihaknya berharap agar dengan ketersediaannya fasilitas tersebut akan mampu memberikan pelayanan maksimal kepada seluruh pasien penderita penyakit jantung baik yang memerlukan tindakan operasi maupun non bedah.
Peresmiaan kamar bedah jantong Hybrid di RSUZA tersebut juga dihadiri Wali Nanggroe Malek Mahmud dan unsur pimpinan daerah di provinsi berpenduduk sekitar lima juta jiwa itu.
Direktur RSUDZA dr Syahrul, Sp.S (K) mengatakan  dengan beroperasinya kamar bedah jantung tersebut, rumah sakit umum daerah tersebut akan mampu menangani operasi jantung dua pasien dewasa dan empat pasien anak setiap hari.
"Insya Allah Rabu (26/2) kami kan melakukan operasi perdana pasca diresmikannya ruang bedah Antung oleh Gubernur Aceh," katanya.
Ia mengatakan berbagai sarana yang dimiliki rumah sakit tersebut akan dikelola oleh seluruh tenaga medis yang telah memiliki kemampuan dan pengalaman terhdap berbgai alat yang da dalam ruangan tersebut.

Pewarta: Pewarta : Muhammad Ifdhal
Editor : Salahuddin Wahid

COPYRIGHT © ANTARA 2026