"Batas akhir 2 Maret 2014 pukul 16.00 WIB, jadi apabila ada partai politik tidak menyerahkan laporan dana kampanye maka parpol akan dikeluarkan keikutsertaannya dalam Pemilu 2014," kata Ketua KIP Aceh Barat Bahagia Idris di Meulaboh, Rabu.
Hal itu disampaikan usai deklarasi damai 15 partai politik peserta pemilihan umum legislatif 9 April 2014 di lapangan Teuku Umar Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, yang dihadiri unsur muspida, Polri dan TNI serta disaksikan masyarakat secara terbuka.
Bahagia menuturkan, hampir menjelang akhir Febuari 2014 tidak ada satupun partai politik yang sudah menyampaikan pelaporan dana kampanye tahap kedua, sehingga hal ini menjadi suatu pertanyaan keseriusan para peserta.
Dia menjelaskan, pada pelaporan dana kampanye tahap pertama ke 15 parpol sudah menyampaikan namun tetap saja dipenghujung batas waktu ditentukan dan hal ini seperti menjadi kebiasaan petinggi parpol.
"Apa mungkin karena waktunya masih panjang, sehingga belum ada satupun parpol yang sudah menyampaikan pelaporan dana kampanye ke KIP, ini menyangkut keterbukaan parpol sebagai peserta," imbuhnya.
Selain itu, Bahagia juga mengomentari persoalan netralitas komisioner panitia pengawas pemilu (panwaslu) karena ada salah seorang calon anggota legislatif (caleg) dari Partai Amanat Nasional (PAN) merupakan keluarga (istri) dari Ketua Panwaslu Aceh Barat.
Secara etika kata dia, tidak ada aturan yang dilanggar apabila keluarga penyelenggara pemilu ikut serta sebagai seorang caleg, akan tetapi netralitas penyelenggara akan dipertanyakan dan akan bisa saja mempengaruhi kerjanya.
Secara ketentuan jelas Bahagia, seorang komisioner demikian wajib menyampaikan secara terbuka setiap ada pertemuan dengan parpol dan caleg tentang keikutsertaan istrinya, sehingga tidak diragukan netralitasnya.
Tegasnya, dalam pelaksanaan azas proposionalitas penyelenggara pemilu berkewajiban mengumumkan hubungan dan keterikatan pribadi yang dapat menimbulkan konflik kepentingan pribadi dengan kepentingan tugas.
"Apakah ini disampaikan, secara pribadi saya belum pernah mendengar, jadi hal ini juga tidak mengganggu kerjanya, dan baliho-baliho istrinya seharusnya menjadi nomor satu yang ditertibkan," katanya menambahkan.
Editor : Salahuddin Wahid
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.