Sebanyak 124 orang Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengikuti "Workshop" Analisis Kebutuhan Pengembangan Kompetensi guna mendukung terwujudnya birokrasi berkelas dunia dengan meningkatkan kompetensi, sehingga dapat bekerja dengan profesional.

"Secara internasional, indeks 'government effectiveness' yang dikeluarkan oleh world bank di tahun 2017 memperlihatkan kualitas ASN dan pelayanan publik pemerintah Republik Indonesia masih berada di bawah Thailand (60), Malaysia (44), Singapura (1), serta beberapa negara kecil seperti Mikronesia (81), Fiji (79) dan Makedonia (77)," ujar Kepala Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kota Medan, Muslim Harahap di Medan, Senin.

Pernyataan itu diungkapkannya ketika membuka "Workshop" mewakili Penjabat sementara (Pjs) Wali Kota Medan Arief Sudarto Trinugroho di Kantor Wali Kota Medan, Jalan Kapten Maulana Lubis, No.2, Kelurahan Petisah Tengah, Kecamatan Medan Petisah dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.

Tujuan digelarnya kegiatan ini untuk memberikan pengetahuan kepada para ASN di lingkungan Pemko Medan, khususnya sebagai pengelola Sumber Daya Manusia (SDM) di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) masing-masing terkait standar kompetensi jabatan, metode dan pengembangan kompetensi ASN.

Ia melanjutkan, berdasarkan hasil pengukuran indeks profesionalitas dilakukan oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN) tahun 2018 menyebut, secara nasional profesionalitas ASN hanya 56,5 atau bernilai sangat rendah, di antaranya dengan tingkat profesionalitas aparatur pemerintah pusat 60,2 (rendah) dan daerah 52,7 (sangat rendah).

Hal tersebut tentunya menjadi tantangan bagi Pemko Medan untuk mengejar ketertinggalan tersebut. Untuk itu, tambahnya, kompetensi dan kualitas SDM ASN wajib ditingkatkan baik aparatur pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, termasuk aparatur Pemko Medan.

"Untuk meningkatkan kualitas dan profesionalitas aparatur Pemko Medan, tentunya kita perlu menganalisa dan memetakan kesenjangan kompetensi yang ada dengan yang dibutuhkan pada setiap OPD. Perlu disusun perencanaan pengembangan kompetensi yang dibutuhkan secara akurat sehingga mampu mendukung kinerja Pemko Medan yang lebih baik dan profesional di masa mendatang," jelasnya.

"Saya minta, agar bapak/ibu bersungguh-sungguh mengikuti kegiatan ini, sehingga nantinya mampu untuk memetakan kebutuham pengembangam kompetensi ASN yang dibutuhkan pada OPD bapak/ibu sesuai dengan standar kompetensi jabatan ASN yang berlaku," terang dia.

Kepala Bidang SDM BKD&PSDM Kota Medan, Adrian Saleh dalam laporannya menjelaskan, bahwa kegiatan "Workshop" Analisis Kebutuhan Pengembangan Kompetensi ini digelar dari 16 November hingga 7 Desember 2020 yang terdiri dari 4 angkatan. .

"Untuk mengikuti protokol kesehatan yang berlaku dan menghindari terjadinya keramaian, kegiatan ini digelar melalui Zoom Meeting. Untuk menambah wawasan kepada para peserta, kegiatan ini juga akan diisi dengan pemaparan oleh narasumber dari Lembaga Administrasi Negara RI," katanya. 
 

Pewarta: Muhammad Said

Editor : Azhari


COPYRIGHT © ANTARA News Aceh 2020