Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Malikussaleh Lhokseumawe mengimbau masyarakat mewaspadai potensi hujan lebat di wilayah pegunungan Aceh dalam sepekan ke depan. 

Kepala BMKG Stasiun Malikussaleh Siswanto di Lhokseumawe, Minggu, mengatakan potensi hujan di wilayah pegunungan tersebut berpotensi terjadinya bencana alam tanah longsor dan banjir. 

"Meskipun di wilayah pesisir masih dalam kategori aman dari cuaca buruk, namun masyarakat diminta tetap mewaspadai imbas dari cuaca buruk di wilayah pegunungan," kata Siswanto. 

Terkait prakiraan cuaca, kata Siswanto, wilayah tengah Aceh mengalami intensitas hujan sedang hingga lebat serta berpotensi angin kencang. Sedangkan wilayah pesisir, hujan dengan intensitas rendah hingga sedang. 

"Warga di beberapa kecamatan di Aceh Utara juga diharapkan agar tetap waspada, meskipun belum adanya potensi cuaca buruk. Namun potensi banjir masih memungkinkan terjadi akibat hujan di pegunungan Kabupaten Bener Meriah," kata Siswanto. 

Potensi ini, kata Siswanto, diperkirakan akan terjadi sejak Desember hingga Februari 2022 mendatang. Bahkan potensi tersebut akan disertai dengan fenomena La Nina yang menyebabkan adanya uap air yang memasuki kawasan pesisir maupun pegunungan di Aceh. 

Fenomena tersebut juga menyebabkan bencana hidrometeorologi. Potensi angin kencang diperkirakan terjadi karena adanya pembentukan awan konvektif seperti awan cumulonimbus, kata Siswanto.

"Kami mengimbau nelayan atau masyarakat yang beraktivitas di laut agar tetap waspadai perubahan cuaca atau arah mata angin yang mengakibatkan ketinggian gelombang laut mencapai 2,5 meter," kata Siswanto.
 

Pewarta: Dedy Syahputra

Editor : M.Haris Setiady Agus


COPYRIGHT © ANTARA News Aceh 2021