Pecatur Indonesia IM Mohamad Ervan (2367) menjaga peluang untuk meraih medali emas catur standar atau klasik putra SEA Games Hanoi, Vietnam setelah tampil apik pada babak kedelapan yang berlangsung di Quang Ninh Exhibition Center, Sabtu petang.

Berhadapan dengan pecatur Myanmar IM Nay Oo Kyaw Tun (2385), IM Ervan mendulang poin sempurna dalam 29 langkah permainan pertahanan Skandinavia.

Dengan tambahan 1,0 poin, Ervan memiliki total 6,0 poin dan berada di posisi teratas bersama unggulan pertama asal Vietnam GM Nguyen Ngoc Truong Son (2641) dan unggulan ke-3 asal Malaysia IM Yeoh Li Tian (2523).

Pada babak terakhir, Ervan yang mendapat giliran memainkan buah hitam akan menghadapi lawan tangguh GM Tran Tuan Minh (2533) asal Vietnam yang diunggulkan di tempat kedua.

Baca juga: SEA Games Vietnam - Dewi Citra selangkah lebih dekat raih emas catur klasik

Sementara itu, wakil Indonesia lain, GM Novendra Priasmoro (2501), harus memupus harapannya meraih medali setelah kembali menelan kekalahan dan kali ini ia menyerah pada langkah ke-57 dari IM Yeoh Li Tian.

Hingga babak kedelapan, Novendra hanya mengumpulkan 4,0 poin dan berada di peringkat keenam. Padahal dia sempat memimpin klasemen pada hari pertama untuk nomor standar cabang olahraga catur SEA Games 2001, Selasa (10/5).

Baca juga: SEA Games Vietnam - Pesenam putri Rifda Irfanaluthfi raih emas

Sementara itu hingga menyisakan satu babak pada catur standar atau klasik putri, pecatur Indonesia WIM Dewi Ardhiani Anastasia Citra (2211) memimpin klasemen setelah mencatat kemenangan atas pecatur Filipina WIM Fronda Jan Jodilyn (2141) pada babak kedelapan, Sabtu petang.

Dengan kemenangan itu, Dewi Citra berada sendirian di puncak klasemen dengan poin 6,5. Ia dibuntuti seniornya GM Irine Kharisma Sukandar (2392) dan pecatur tuan rumah Vietnam WGM Hoang Thi Bao Tram (2272) yang bertarung remis sehingga masing-masing hanya menambah 0,5 poin menjadi 6,0.

Baca juga: SEA Games Vietnam - Dayung Indonesia raih delapan emas dari rowing

Dewi Citra dipastikan meraih medali emas jika pada pertandingan terakhir bisa menaklukkan pecatur Filipina WGM Frayna Janelle Mae (2221).

Bahkan jika pada babak kesembilan tersebut, Dewi bermain remis, ia masih berhak dengan medali emas dengan catatan Irine dan Hoang Thi Bao Tram juga memperoleh hasil remis atau kalah.

Pada babak terakhir, Irene akan menghadapi lawan yang di atas kertas masih di bawah, yakni pecatur Malaysia WIM Azhar Puteri Munajjah Az-Zahraa (2059). Hoang juga akan menghadapi pecatur Malaysia atas nama WFM Tan Li Ting (2087).

Adapun saat menghadapi WIM Fronda Jan Jodilyn yang secara rating masih di bawahnya, Dewi Citra yang memegang buah putih tampil penuh percaya diri.

Dewi yang bermain sabar akhirnya memaksa lawannya menyerah di langkah ke-41 dalam laga yang memainkan pertahanan Horwitz tersebut.

Sementara itu dua saingan Dewi, Irene dan Hoang yang memulai pertandingan dengan pembukaan Reti bermain habis-habisan hingga 80 langkah sebelum sepakat remis.

 

Pewarta: Muhammad Ramdan

Editor : Heru Dwi Suryatmojo


COPYRIGHT © ANTARA News Aceh 2022