Seorang nelayan mengalami luka tebak di bagian lengan sebelah kiri hingga dilarikan ke IGD RSUD Aceh Tamiang untuk mendapat perawatan medis.

Salah seorang kerabat korban Murtala di Aceh Tamiang, Rabu, mengatakan korban atas nama Khairul Mahdi (38) warga Tanjung Keramat, Kecamatan Banda Mulia. 

Kejadian sekitar pukul 05.30 WIB di perairan Muara Kuala Tanjung Keramat/Pantai Pusong Ketapang ketika korban dan tiga rekannya mencari telur tuntong laut untuk dikonsumsi.

"Setelah mencari telur tuntong mereka akan balik ke kolam/tambak masing-masing naik boat. Tiba-tiba didatangi oleh tiga orang aparat langsung menembak. Dari empat orang nelayan yang kena tembak satu orang, mereka dituduh bawa sabu-sabu," kata Murtala.

Murtala tidak meyebutkan tiga orang aparat tersebut berasal dari satuan mana. Namun alasan aparat menembak karena mencurigai keempat nelayan tersebut membawa narkoba.

"Setelah menembak kena sasaran aparat mengatakan jangan bergerak, jangan lari, mana sabu-sabu. Ternyata setelah diperiksa memang tidak ada narkoba, karena memang posisinya mereka ini adalah nelayan tambak," sebut Murtala mengulang peryataan korban.

Dipaparkan Murtala korban Khairul Mahdi yang juga keponakannya ditembak menggunakan senjata api laras panjang. Letusan senjata didengar korban hanya sekali mengarah kepada Khairul Mahdi sebagai pengemudi atau tekong boat.

Pascapenembakan itu ketiga teman korban disuruh pulang oleh aparat yang datang menggunakan boat nelayan. Sementara satu orang korban dibawa oleh boat yang ditumpangi oleh aparat tersebut.

"Itu pun karena korban memberanikan diri naik ke boat aparat minta pertanggungjawaban atas penembakan tersebut," ungkap paman korban ini.

Kini korban Khairul Mahdi sudah dirawat di IGD RSUD Aceh Tamiang. Luka tembak dipergelangan atas tangannya sudah di rontgen.

"Lukanya tidak kena tulang. Tidak ada proyektil di dalam karena pelurunya tembus," ujar Murtala.

Atas insinden ini pihak keluarga minta pelaku diproses sesuai hukum yang berlaku siapa pun dia baik aparat Polri maupun TNI agar tidak terlulang lagi kejadian yang sama kepada masyarakat lain.

"Kami berharap apa yang terjadi hari ini yang dilakukan oleh oknum aparat kepada warga nelayan harus ditindak tegas oleh pihak berwajib. Kalau pun mereka menjalankan tugas harus sesuai SOP, jangan asal-asalan menembak, rakyat jadi sasaran tembak," sesal mantan Kombatan GAM Aceh Tamiang ini.

Datok Penghulu Desa Tanjung Keramat Jafar Shiddiq mengatakan korban dibawa ke RSUD Aceh Tamiang pukul 12.00 WIB setelah tadi pagi menjalani perawatan di Puskesmas Seruway. Awalnya keluarga dan perangkat desa sempat mencari keberadaan korban yang dibawa oleh aparat.

"Kami tahu dari tiga orang rekan korban yang disuruh pulang oleh aparat. Mereka berempat adalah warga saya berprofesi sebagai nelayan. Saat itu mereka mencari telur tuntong laut sembari menunggu tambak kering. Mereka tidak pulang ke rumah karena sedang mencuci tambak," jelas datok Jafar.

Kapolres Aceh Tamiang AKBP Imam Asfali melalui Kapolsek Bendahara Iptu Tarmidi saat berada di RSUD Aceh Tamiang membenarkan kejadian tersebut. Namun dia belum bisa memberi keterangan lebih lanjut terkait kronologi penembakan dan pelakunya.

"Kami Polsek kemari bersama  Koramil setempat dan juga perangkat desa untuk mengecek kondisi korban yang katanya sudah dibawa ke rumah sakit. Kita masih melakukan identifikasi soal peristiwa ini," katanya singkat.

Pewarta: Dede Harison

Editor : Heru Dwi Suryatmojo


COPYRIGHT © ANTARA News Aceh 2022