Badan Narkotika Nasional (BNN) Aceh melakukan pemeriksaan urine terhadap sopir minibus L300 serta Hiace yang membawa angkutan pemudik hari raya Idul Fitri 1444 Hijriah, di Terminal Leung Bata Banda Aceh, Selasa (18/4/2023). 
 
"Malam ini kita targetnya 25 sopir yang kita tes urine, sampai saat ini kami belum menemukan adanya indikasi penggunaan obat-obat terlarang oleh supir di terminal Lueng Bata Banda Aceh", Kata Iptu Safrina, Koordinator pelaksanaan kegiatan operasi bersinar BNN Kota Banda Aceh. 
 
Dia menerangkan, ada enam parameter yang dapat dilihat dari tes urine, yaitu methamphetamine, kokain, THC/marijuana, heroin, benzoidazepin, dan ekstasi. Jika didapati awak bus yang positif, sambung dia, yang bersangkutan tidak dianjurkan untuk berangkat dan akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. 
 
"Tes urine ini dilakukan guna memberikan rasa aman kepada pemudik dalam melakukan perjalanan selama arus mudik berlangsung", terangnya. 

Baca juga: Pengemudi angkutan mudik Lebaran di Banda Aceh bakal dites urine, begini penjelasannya
 
Pihaknya juga menghimbau agar para sopir untuk tetap patuh serta tidak menggunakan obat-obat terlarang selama arus mudik berlangsung. Mengingat banyak masyarakat yang akan menggunakan kendaraan umum selama arus mudik berlangsung. Dikhawatirkan dapat membahayakan penumpang. 
 
Sementara itu, Urata YusbaYusbaddry kepala UPTD terminal L300 Lueng Bata kota Banda Aceh mengatakan, malam ini intensitas penumpang di terminal L300 meningkat 50 persen dibanding hari biasa, atau sekitar 800 orang setiap malamnya, mengingat saat ini sudah memasuki puncak arus mudik lebaran. 
 
"Dari pantauan kami, semenjak semalam sudah mulai rame di terminal, karena besok sudah mulai libur, jadi penumpang di terminal L300 juga semakin rame", terang Urata. 
 
Pihaknya bekerja sama dengan Jasa Raharja juga ikut melakukan pengawasan terutama terhadap kendaraan yang digunakan selama arus mudik berlangsung. Seperti kelengkapan administrasi kendaraan, lampu, rem, serta ban kendaraan. 
 
"Ada beberapa yang kita temukan, dan sudah kita minta pihak perusahaan segera memperbaiki, serta ada ijin yang sudah mati sudah kita surati provinsi. Kita menemukan adanya mobil penumpang yang berplat hitam, itu sebenarnya tidak boleh beroperasi, kita sarankan penumpang untuk memilih kendaraan yang berplat kuning", ujarnya.

Baca juga: Personel Ditresnarkoba Polda Aceh jalani tes narkoba, ini hasilnya

Pewarta: Aprizal Rahmad

Editor : Febrianto Budi Anggoro


COPYRIGHT © ANTARA News Aceh 2023