Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) meminta Pemerintah Aceh untuk memproduksi pupuk kompos, dalam upaya menekan biaya produksi bagi petani sawit di tengah harga tandan buah segar (TBS) sawit yang rendah.

Sekretaris Apkasindo Wilayah Aceh Fadhli Ali di Banda Aceh, Selasa, mengatakan saat ini harga TBS kelapa sawit di Aceh tingkat petani antara Rp1.350-1.400 per kilogram. Harga ini tergolong rendah yang diterima oleh petani kelapa sawit.

“Kita mendorong pemerintah mencari solusi. Salah satunya, penggunaan pupuk alternatif yang murah dan terjangkau, misalnya seperti pupuk kompos,” kata Fadhli.

Baca juga: Apkasindo minta pemerintah perbolehkan bank konvensional di Aceh sebagai pilihan dalam transkasi keuangan

Menurut dia, selama ini petani kelapa sawit di Aceh umumnya masih menggunakan pupuk kimia, sehingga harus mengeluarkan biaya sekitar Rp2-3 juta dalam setahun guna membeli pupuk, untuk lahan sawit seluas 1 hektare.

Sehingga, lanjut dia, dengan kondisi harga TBS sawit yang cukup murah ini, maka membuat kondisi perekonomian rakyat sentra produksi sawit terpuruk. Sebab itu, ia berharap pemerintah ada solusi dari pemerintah untuk menekan biaya produksi.


 


Salah satu caranya, pemerintah perlu menggagas produksi pupuk kompos kompos atau berbagai pupuk produksi lokal untuk membantu petani.

Sehingga tanaman sawit rakyat tidak terbengkalai jika harga TBS sawit rendah seperti sekarang, apalagi sudah berlangsung berbulan-bulan, ujarnya.

Apkasindo mencatat luas perkebunan sawit di Aceh mencapai sekitar 535.000 hektare dan 235.400 hektare atau 44 persen di antaranya merupakan perkebunan sawit rakyat.

Oleh karena itu, ia berharap agar Pemerintah Aceh serius mengurus persoalan yang berkaitan dengan petani kelapa sawit, yang turut menyumbang pendapatan untuk negara serta menampung banyak tenaga kerja.


Baca juga: Apkasindo: Pemerintah Aceh harus serius bangun pelabuhan ekspor CPO

Pewarta: Khalis Surry

Editor : Febrianto Budi Anggoro


COPYRIGHT © ANTARA News Aceh 2023