Lhokseumawe (ANTARA Aceh) - Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh, pada April 2017 mengalami angka deflasi tertinggi se Sumatera yakni sebesar 0,68 persen sebagai akibat turunnya sejumlah harga kelompok bahan makanan.

Dari data BPS Kota Lhokseumawe, Selasa, dari 23 kota di Sumatera, erdapat 13 kota mengalami deflasi dan Lhokseumawe tertinggi, sedangkan terendah terjadi di Palembang, Sumsel, yakni 0,08 persen.

Sedangkan 10 kota lainnya malah mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Pangkal Pinang dengan angka 1,02 persen dan  terendah di Tembilahan dengan angka 0,02 persen.

Deflasi di Kota Lhokseumawe disebabkan adanya penurunan harga yang ditunjukkan oleh penurunan indeks pada kelompok bahan makanan sebesar 3,46 persen, kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar 0,04 persen dan kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,02 persen.

Sedangkan kelompok pengeluarannya lainnya malah mengalami kenaikan indeks yaitu kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,99 persen, kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,76 persen, serta kelompok sandang sebesar 0,36 persen.

Selain itu, kelompok kesehatan tidak mengalami perubahan indeks.

Pada bulan April, perkembangan harga berbagai komoditas umumnya menunjukkan kecenderungan adanya penurunan, terutama pada item kelompok bahan makanan yang mengalami penurunan yang signifikan, sehingga laju inflasi tahun kalender April 2017 untuk Kota Lhokseumawe adalah minus 2,59 persen.

Berdasarkan pantauan pasar dan ungkapan para pedagang, dalam sebulan terakhir di sejumlah pasar tradisional di Kota Lhokseumawe, beberapa komoditi bahan makanan umumnya menunjukkan penurunan yang bertahan lama.  
    
Kondisi tersebut sangat dipengaruhi oleh daya beli masyarakat yang sangat kurang.

Pewarta: Mukhlis

Uploader : Salahuddin Wahid


COPYRIGHT © ANTARA News Aceh 2017