Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) menurunkan tim menindaklanjuti terkait penampakan harimau di sekitar lapangan tembak di kawasan Mata Ie, Kecamatan Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar.

"Kami masih dalami untuk memastikan informasi penampakan harimau tersebut. Tim juga sudah diturunkan melacak penampakan harimau tersebut," kata Kepala BKSDA Aceh Ujang Wisnu Barata di Banda Aceh, Sabtu.

Sebelumnya, beredar informasi seorang prajurit TNI melihat seekor harimau ketika sedang memotong rumput di lapangan tembak Rindam Iskandar Muda, Mata Ie, Kabupaten Aceh Besar, Jumat (19/4) sekira pukul 10.15 WIB. 

Baca juga: BKSDA kirim sampel uji laboratorium terkait kematian gajah di Aceh Utara

Selanjutnya, sejumlah prajurit TNI bersama petugas BKSDA melakukan pengecekan di sekitar tempat tersebut. Dari hasil pengecekan ditemukan jajak harimau. Petugas BKSDA memperkirakan ada tiga ekor harimau, satu induk dan dua anak.

Terkait adanya penampakan satwa liar dilindungi tersebut, kawasan di sekitar lokasi temuan jejak harimau seperti Perbukitan Deunong, Japakeh, hingga Keudebing, ditutup untuk aktivitas masyarakat guna mengantisipasi kejadian tidak diinginkan.

Ujang Wisnu Barata mengatakan lokasi penampakan harimau tersebut diperkirakan dengan radius 500 meter hingga satu kilometer dari lingkungan TNI. Lokasi tersebut jauh dan jarang diakses masyarakat.

"Tim juga memasang kamera trap untuk memastikan keberadaan harimau tersebut. Serta upaya pencegahan agar harimau tersebut tidak turun kepemukiman penduduk," kata Ujang Wisnu Barata.

Berdasarkan daftar kelangkaan satwa dikeluarkan lembaga konservasi dunia International Union for the Conservation of Nature and Natural Resources (IUCN), satwa yang hanya ditemukan di Pulau Sumatera ini berstatus spesies terancam kritis, berisiko tinggi untuk punah di alam liar.

Baca juga: BKSDA turun tim nekropsi bangkai gajah sumatra di Aceh Utara

Pewarta: M.Haris Setiady Agus

Editor : Febrianto Budi Anggoro


COPYRIGHT © ANTARA News Aceh 2024